Formappi: Tahun Politik, DPR Akan Sulit Tingkatkan Kinerja

Formappi: Tahun Politik, DPR Akan Sulit Tingkatkan Kinerja
Lucius Karus ( Foto: Twitter )
Yustinus Paat / YUD Kamis, 8 Februari 2018 | 10:04 WIB

Jakarta - Peneliti Formappi Lucius Karus menilai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2019 susah memperbaiki atau mengevaluasi dan meningkatkan lagi kinerjanya. Pasalnya, konsentrasi DPR di tahun politik sudah terbagi untuk memenangkan kontestasi pilkada serentak 2018 di 171 daerah dan pemilu serentak 2019.

"Kini di tahun politik ini, optimisme terhadap DPR dalam mengukir prestasi kinerja yang lebih baik harus kita kubur dalam-dalam. Karena sebagian anggota DPR sudah harus terbagi atau terkuras oleh hajatan Pilkada di 170-an daerah di seluruh Indonesia," kata Lucius di Jakarta, Kamis (8/2).

Menurut Lucius, kepentingan partai-partai untuk memenangkan pilkada serentak 2018 tidak bisa disangkal lagi. Partai, kata dia pasti menilai pilkada 2018 sebagai pertarungan pembuka menuju Pemilu 2019.

"Belum lagi kenyataan bahwa sejumlah anggota DPR terlibat sebagai calon kepala daerah, dan yang lainnya menjadi Tim Pemenangan," tandas dia.

Kondisi tersebut, kata dia tentu saja berpengaruh pada kosentrasi DPR untuk mengikuti kegiatan-kegiatan atau persidangan-persidangan yang dilakukan di DPR. Jika persidangan mulai sepi dari kehadiran anggota, maka sulit mengharapkan bahwa mereka akan bisa menghasilkan produk perundangan sesuai dengan yang direncanakan.

"Pembahsan RUU selalu mengandaikan kehadiran semua anggota agar prosesnya bisa lebih mudah dengan mendengar masukan yang lengkap dari setiap fraksi. Tetapi jika kesibukan di Pilkada sedang tinggi-tingginya, bagaimana mengharapkan anggota DPR bisa konsisten mengikuti pembahasan RUU di DPR, sementara kontestasinya di daerah," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE