Pelaku Teror Gereja St Lidwina Sudah 5 Hari Berada di Yogya

Pelaku Teror Gereja St Lidwina Sudah 5 Hari Berada di Yogya
Kapolda DI Yogyakarta Brigjen Pol Ahmad Dofiri, saat memberi keterangan pers di Mapolda DIY, Senin siang, 12 Februari 2018. ( Foto: Suara Pembaruan/Fuska Saani )
Fuska Sani Evani / CAH Selasa, 13 Februari 2018 | 08:45 WIB

Yogyakarta - Suliyono (23), pelaku teror Gereja Santo Lidwina, Trihanggo, Sleman pada Minggu (11/2), diketahui sudah  empat hari berada di Yogyakarta dan menginap di musala yang tidak jauh dari Gereja Santa Lidwina.

Kapolda DI Yogyakarta, Brigjen Pol Ahmad Dofiri, kepada pers di Mapolda DIY, Senin (12/2) siang mengatakan, berdasar keterangan saksi-saksi, pelaku sudah berada di sekitar lokasi beberapa hari sebelum peristiwa terjadi.

“Namun saya tidak bisa menyampaikan secara detail, karena berkenaan dengan penyelidikan. Saat ini kami masih menghimpun dan mendalami informasi,” kata kapolda DIY.

Menurut keterangan awal, pelaku berada di Yogyakarta, dalam rangka perjalanan ke Banyuwangi atau ke kampung halamannya, dari Magelang. Suliyono menginap di masjid dan musala, berdasar bukti yang ada CCTV.

“Kegiatan di situ tidak perlu saya jelaskan. Pada intinya pelaku selama 4-5 hari berada di Yogyakarta," tegasnya.

Sementara itu, kondisi pelaku saat ini sudah mulai membaik setelah operasi pengangkatan proyektil di kaki pada Minggu malam. Dengan membaiknya kondisi kesehatan pelaku, polisi segera akan melakukan penyelidikan secara detail.

"Kita harapkan segera dilakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan. Tentunya, di samping pemeriksaan pelaku, kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Untuk menelusuri aktivitas yang bersangkutan selama di Yogyakarta," terangnya.

Dikatakan, untuk mencari tahu aktivitas pelaku selama berada di Yogyakarta, Polisi sudah meminta keterangan dari 11 saksi. "Kita akan menunggu hasil pemeriksaan hari ini, karena akan melakukan pemeriksaan secara mendalam," tuturnya.

Selain itu, Kapolda DIY juga memaparkan bahwa penyelidikan aksi penyerangan Gereja Santa Lidwina tersebut, Polda DIY akan dibantu Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

"Penyidiknya sudah datang, kita tunggu perkembangannya apakah pelaku memang akan ditangani di Polda DIY atau di Jakarta," kata Kapolda DIY.

Namun, apakah Suliyono merupakan jaringan pelaku teror terorganisasi, Ahmad Dofiri mengaku belum bisa menyampaikan secara detail.

"Kita tidak sampai berspekulasi sampai ke jaringan tertentu, hari ini mudah-mudahan bisa mendapatkan hasil yang cukup signifikan. Kita semua sedang bekerja dan bergerak untuk mengusut tuntas peristiwa ini," tuturnya.

Karena itu, kapolda meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Yogyakarta, untuk tidak menganalisis dan mengambil kesimpulan apa pun termasuk terprovokasi.

“Kami akan usut sampai tuntas, masyarakat tidak usah terpengaruh pada berita-berita yang tidak jelas di media sosial. Biarkan kami bekerja dengan baik,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada Minggu (11/2) lalu, seorang pria dengn bersenjata pedang menyerang umat Gereja St Lidwina Bedog, Sleman saat Misa berlangsung. Akibatnya satu orang pemimpin Misa, Romo Prier SJ dua umat setempat Yohanes Triyanto dan Budijono mengalami luka parah sedang Aiptu Al Munir, petugas Polsek Gamping juga mengalami luka sabetan pedang pada tangan kiri dan kakinya. Sementara satu korban lainnya, Martinus Parmadi Subiantara sudah diperbolehkan pulang.



Sumber: Suara Pembaruan