Jadi Tersangka, Kursi Fayakhun Mulai Digoyang

Jadi Tersangka, Kursi Fayakhun Mulai Digoyang
Fayakhun Andriadi. ( Foto: Antara )
Erwin C Sihombing / YUD Selasa, 13 Februari 2018 | 18:26 WIB

Jakarta - Kursi Ketua DPD Golkar DKI milik Fayakhun Andriadi mulai digoyang. Pasalnya, KPK telah menyatakan menersangkakan seseorang berinisial FA dalam perkara korupsi satelit monitoring di Bakamla. Selama ini, hanya Fayakhun yang menyandang inisial FA dalam perkara korupsi pengadaan satelit monitoring sebesar Rp 400 miliar.

Anggota Departemen bidang Inovasi Sosial DPP Golkar, Dedy Arianto mengatakan, DPP Golkar bakal menunjuk pelaksana tugas (Plt) DPD Golkar menyusul penersangkaan Fayakhun. Hal itu sudah menjadi konsekuensi dari pelaksanaan slogan "Golkar Bersih".

"Jika ada kadernya yang terlibat kasus hukum dan sudah dipastikan bersalah, maka pasti akan dilakukan pergantian sesuai dengan mekanisme partai," kata Dedy, di Jakarta, Selasa (13/2).

Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut FA menjadi tersangka baru dalam pengembangan perkara korupsi satelit monitoring di sela-sela rapat dengar pendapat (RDP) antara KPK dengan Komisi III DPR. Pengumuman resmi soal status itu bakal dilakukan dalam waktu dekat.

Fayakhun, yang sekarang dalam status cegah, disebut menerima uang sebesar US$ 900 ribu dari pengusaha Fahmi Darmawansyah yang telah dipidana lebih dulu, untuk meloloskan pembahasan anggaran di DPR. Kontan, Fayakhun membantahnya saat bersaksi untuk terdakwa Nofel Hasan.

Dedy melanjutkan, mekanisme penggantian Ketua DPD mengikuti mekanisme partai. Plt yang bakal ditunjuk nantinya harus menggelar musyawarah daerah luar bisa (mudaslub) untuk menentukan kursi ketua.

"Seperti persoalan yang terjadi di DKI, terkait masalah hukum ketua DPD Golkar jika sudah terbukti bersalah, maka DPP akan segera menunjuk Plt untuk melaksanakan musdalub," katanya.

Sedangkan Sekretaris DPD Golkar DKI Basri Baco memilih tidak menanggapi spekulasi soal digelarnya mudaslub, "Saya 'no comment' soal itu".



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE