Ketua DPR: RUU Penyiaran Menggunakan Hybrid Multiplexing

Ketua DPR: RUU Penyiaran Menggunakan Hybrid Multiplexing
Bambang Soesatyo. ( Foto: Antara / Wahyu Putro A )
Yeremia Sukoyo / YUD Selasa, 13 Februari 2018 | 21:14 WIB

Jakarta - Pemerintah dan DPR sepakat menggunakan sistem Hybrid Multiplexing dalam RUU Penyiaran. Sistem tersebut menjadi pembahasan dalam pertemuan informal yang diadakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo bersama Menkominfo Rudiantara dan para pimpinan Fraksi di DPR, Selasa (13/2).

Bamsoet, panggilan akrab politisi Golkar itu menjelaskan, pembahasan RUU Penyiaran sebelumnya masih terhambat pembahasan antara penggunaan sistem Single Mux dan Multi Mux.

"Kita perlu mencari jalan keluarnya sehingga RUU Penyiaran bisa segera diselesaikan dengan bijaksana," kata Bamsoet.

Setelah melalui berbagai pertimbangan dan pembahasan, DPR RI dan pemerintah yang diwakili Menkominfo Rudiantara sepakat mencari jalan tengah dengan penggunaan Sistem Hybrid Multiplexing.

Bamsoet menilai sistem Hybrid Multiplexing merupakan campuran antara sistem Single Mux dan Multi Mux. Dengan sistem ini, berbagai kebaikan yang ada di sistem Single Mux dan Multi Mux akan diambil dan dikombinasi.

Dirinya mengemukakan RUU Penyiaran sebagai inisiatif DPR akan dibahas pada masa sidang berikutnya. Hal ini mengingat besok sudah penutupan masa sidang DPR.

"Sudah tidak ada pembahasan yang terlalu rumit. Dengan menjalin komunikasi secara rutin, semua bisa diselesaikan dan dicari jalan keluarnya," ujarnya.

Menkominfo Rudiantara pun menyambut baik adanya usulan Sistem Hybrid Multiplexing. Dirinya berharap agar RUU Penyiaran segera bisa diselesaikan.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE