Masalah Stunting Ancam Generasi Penerus Bangsa

Masalah Stunting Ancam Generasi Penerus Bangsa
pengukuran tinggi badan anak ( Foto: MCA Indonesia / MCA Indonesia )
/ FER Selasa, 13 Februari 2018 | 21:37 WIB

Semarang - Dewan Pembina Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), Prof dr Fasli Jalal, menilai, stunting atau masalah kurang gizi kronis masih menjadi ancaman bagi generasi mendatang.

"Stunting masih berpotensi mengancam generasi mendatang," katanya, saat seminar bertema "Mencegah Stunting, Meningkatkan Daya Saing Bangsa" di Semarang, Selasa (13/2).

Mantan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu mengatakan, stunting yang disebabkan kekurangan gizi pada usia dini dapat meningkatkan kematian untuk bayi dan anak, kerja otak tidak maksimal, dan menurunkan kemampuan kognitif.

Ketua Rembug Nasional, Firdaus Ali, mengatakan, upaya pemerintah menekan angka stunting terdiri atas tiga tahap, yakni pertama turunnya prevalensi stunting anak kurang dari dua tahun.

"Dari sebelumnya prevalensinya 37 persen pada 2013 turun menjadi 28 persen pada 2019. Kedua, pencegahan stunting dalam 1.000 hari pertama, dan ketiga partisipasi publik," katanya.



Sumber: ANTARA
CLOSE