Masyarakat Harus Kritis Terhadap Informasi di Media Sosial

Masyarakat Harus Kritis Terhadap Informasi di Media Sosial
Kadarsah Suryadi ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Selasa, 13 Februari 2018 | 22:01 WIB

Bandung – Di tengah era digital saat ini, media sosial telah menjadi media untuk bersosialisasi dan dilakukan secara online yang memungkinkan saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Media sosial menghapus batasan manusia untuk bersosialisasi, ruang maupun waktu. Hal itu karena dengan media sosial, manusia dimungkinkan untuk berkomunikasi satu sama lain di mana pun mereka berada, tanpa mengenal jarak dan waktu.

Namun, media sosial juga menjadi lahan subur bagi orang-orang tak bertanggung jawab untuk melakukan tindak kriminal seperti penipuan, kejahatan siber, serta penyebaran berita palsu atau hoax dan provokatif yang saat ini marak. Oleh karena itu, masyarakat diminta kritis terhadap informasi di media sosial.

Penyebaran berita hoax dan provokatif menjadi suatu isu dan perbincangan hangat karena dianggap meresahkan publik. Hal itu karena dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Untuk itu, di era digital, yang merupakan era informasi yang sangat cepat, masyarakat dan generasi muda diminta berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Hal ini agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu-isu yang berkembang di media sosial. Demikian dikatakan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Kadarsah Suryadi, di Bandung, Selasa (13/2).

“Saya titip kepada masyarakat umum dan para generasi muda untuk bertindak lebih dewasa, jangan mudah termakan isu yang tidak jelas, terutama dari media sosial. Jangan mudah larut dalam suatu isu yang akan membawa kepada sesuatu yang tidak menguntungkan bagi kita terutama terhadap bangsa ini,” ujar Kadarsah.

Dikatakan, hal tersebut diperlukan agar masyarakat dapat mempertahankan keutuhan masyarakat dan bangsa. Tanpa kita sadari, ujarnya, banyak bangsa atau negara di luar sana yang bahagia kalau melihat negara Indonesia tidak aman. Oleh karena itu, merupakan tanggung jawab masyarakat Indonesia untuk mengamankan negara ini.

“Salah satunya tadi, jangan mudah termakan isu-isu yang tidak jelas. Maka bertindaklah dewasa dalam menyingkapi berbagai macam informasi yang beredar melalui media sosial ataupun media lainnya,” ujar pria kelahiran Kuningan ini.

Dia menilai peran pemerintah sangat penting untuk ikut serta aktif dalam mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi hoax di media sosial.

Hal tersebut untuk memberikan pembelajaran tentang pentingnya masyarakat untuk waspada terhadap media sosial terutama terhadap berita-berita yang tidak benar.

Dia meminta perlu adanya ketegasan dari pemerintah berupa sanksi tegas dan aturan jelas agar berita hoax dan isu provokatif lainnya tidak muncul di media sosial. “Dan ini harus disosialisasikan supaya semuanya bisa tahu tentang apa yang digariskan dalam peraturan itu,” ujarnya

Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi agar mahasiswanya tidak mudah termakan isu hoax atau hal-hal yang bersifat provokatif melalu media sosial, pihaknya telah menanamkan keilmuan komputer untuk dipakai dan dikembangkan bagi mahasiswanya sejak dini. Mahasiswa pun sadar bahwa di dalam dunia maya itu ada positif dan negatif.

“Lalu kita bekali mahasiswa itu mengenai cara memfilter dengan pembekalan-pembekalan soft skill agar mahasiswa punya empati, kepedulian sosial dan cinta Tanah Air dengan kuliah umum dengan mengundang pembicara pada level nasional bahkan internasional. Tujuannya membekali para mahasiswa supaya makin sadar akan pentingnya peran mereka di dalam melindungi bangsa dan negara,” katanya.



Sumber: PR