Menaker: Mahasiswa Harus Bangun Karakter Pekerja Keras

Menaker: Mahasiswa Harus Bangun Karakter Pekerja Keras
Presiden Jokowi didampingi Menaker Hanif Dhakiri mengunjungi BLK Bekasi, Desember 2017. ( Foto: Sohirin )
Siprianus Edi Hardum / EHD Selasa, 13 Februari 2018 | 22:39 WIB

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri mengajak mahasiswa untuk membangun karakter sebagai pekerja keras selama menjalani masa perkuliahan. Hal ini dibutuhkan agar nantinya saat memasuki dunia kerja, para mahasiswa sebagai pencari kerja akan dihadapkan dengan iklim kompetisi pasar kerja yang sangat ketat.

“Para mahasiswa harus bersiap memasuki persaingan pasar kerja yang semakin ketat. Apalagi harus menghadapi perkembangan teknologi dan dunia digital yang terjadi era Revolusi Industri 4.0 saat ini, “ kata Hanif saat memberikan kuliah umum sebagai bagian dari Job Expo yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Padjajaran (IKA Unpad), di Bandung, Selasa (13/2).

Hanif menambahkan, perubahan dalam revolusi industri akan selalu terjadi. Oleh karena itu, mahasiswa harus memiliki kemauan yang kuat untuk bertahan dan menyesuaikan dengan perubahan. "Keterampilan pada suatu zaman akan tidak relevan di zaman yang lain. Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi," ujar Hanif.

Selain itu, kata Hanif, untuk memenangkan persaingan di era yang semakin ketat, para mahasiswa harus tampil di atas standar. "Jangan jadi orang yang biasa saja, kita harus tampil di atas standar. Kalau tampil di atas standar pasti akan menang," tuturnya.
Saat ini, jelas Hanif, kemampuan di bidang bahasa, komputer, dan leadership adalah kemampuan yang harus dimiliki. "Kita sudah memasuki era dimana segala sesuatu sudah dikomputerisasi. Selain itu, pada era globalisasi seperti saat ini, penguasaan bahasa asing seperti Bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan mutlak dalam dunia kerja," kata Hanif.

Berbicara mengenai sumber daya manusia (SDM), kata Hanif, ada beberapa hal yang harus diperhatikan secara serius, yakni mengenai kualitas, kuantitas, dan persebaran. "SDM Indonesia harus memiliki kualitas yang unggul supaya bisa bersaing, apalagi sekarang sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dimana pesaing tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi dari luar negeri juga," papar Hanif.

Selain itu, lanjutnya, jumlah SDM yang unggul juga harus diperbanyak di berbagai sektor. Dan satu hal yang tidak kalah penting adalah persebarannya harus merata, mengingat wilayah Indonesia sangat luas.

Senada dengan Hanif, Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Masyarajat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Universitas Padjajaran (Unpad), Keri Lestari, mengatakan, saat ini Unpad sudah melakukan beberapa inovasi, salah satunya adalah di bidang kurikulum. "Kurikulum Unpad sudah diubah menjadi kurikulum berbasis kompetensi. Alumni akan diberikan sertifikat kompetensi pendamping ijasah yang kedepannya diharapkan sertifikat ini akan diakui di seluruh dunia," kata Keri.

Selain itu, Keri juga mengapresiasi atas terselenggaranya job expo yang diadakan oleh IKA Unpad. "Melalui Job Expo ini kita mencoba menghadirkan para pemangku kepentingan bagi lulusan Unpad. Tidak hanya perusahaan, disini juga kami hadirkan lembaga beasiswa yang siap memberikan beasiswa baik di dalam maupun luar negeri," ujar Keri.



Sumber: Suara Pembaruan