KSP Minta TNI Jaga Netralitas saat Pemilu

KSP Minta TNI Jaga Netralitas saat Pemilu
Ketua Umum HKTI Jenderal (purn) Moeldoko bersama Senior Vice President Japfa Budiarto Soebijanto. ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Selasa, 13 Februari 2018 | 23:28 WIB

Jakarta- Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengadakan pertemuan dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (12/2). Pertemuan yang tentu sangat bermakna, sebab ini meneruskan tradisi baik dalam tubuh TNI, yakni silaturahmi antara senior dan junior.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat. Mereka mendiskusikan keadaan dan kondisi terkini. Moeldoko memberi catatan penting kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, untuk menjaga profesionalitas institusi TNI, terutama saat pemilu mendatang. "Pertama profesionalitas, yang kedua memperkuat integritas, ketiga netralitas," ujar Moeldoko.

Menurutnya, Hadi akan memimpin TNI pada masa industrialisasi gelombang keempat yang luar biasa. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Hadi mengingat Indonesia tak memiliki dukungan alutsista yang mumpuni. Sementara militer negara-negara lain telah melengkapi diri dengan alutsista yang serba otomatis dalam merespons kondisi ini.

"Panglima Hadi harus siap dengan ancaman dari luar. Ancaman dari dalam, situasi politik demokrasi, saya kira hal yang biasa lah," ujarnya.

Menjelang Pemilihan Presiden 2019, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) tersebut menyarankan Hadi, agar memberi penyataan sikap yang tegas bahwa TNI tidak bisa dipengaruhi dan tidak mau dipengaruhi oleh siapa pun.

"TNI harus bisa menjaga netralitas selama Pemilu. Kalau itu nanti bisa dijalankan dengan baik, maka Pak Hadi akan bisa menghadapi tahun politik," harapnya.

Jenderal (Purn) Moeldoko pernah menjabat sebagai Panglima TNI pada 30 Agustus 2013 sampai 8 Juli 2015. Lalu digantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan kini Marsekal Hadi Tjahjanto. Hadi memegang pucuk pimpinan TNI setelah dilantik Presiden Jokowi pada 8 Desember 2017.

Moeldoko yang dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan sejak 17 Januari 2018 merupakan alumnus Akabri tahun 1981 dengan predikat terbaik dan meraih penghargaan bergengsi Bintang Adhi Makayasa. Dalam karier militernya, doktor Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia tersebut pernah terlibat dalam beberapa operasi militer seperti Operasi Seroja Timor-Timur 1984 dan Konga Garuda XI/A pada 1995.



Sumber: PR
CLOSE