Kasus Suap, Mantan Hakim PN Bengkulu Dihukum 7 Tahun Penjara

Kasus Suap, Mantan Hakim PN Bengkulu Dihukum 7 Tahun Penjara
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Usmin / JAS Kamis, 15 Februari 2018 | 08:28 WIB

Bengkulu - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, menjatuhkan vonis hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp 200 juta kepada mantan hakim Suryana dalam kasus suap untuk meringankan hukuman terpidana Wilson.

Dalam kasus yang sama majelis hakim juga menjatuhkan vonis terhadap mantan panitera pengganti, Hendra Kurniawan selama lima tahun enam bulan penjara dengan denda sebesar Rp 200 juta.

Sidang yang dipimpin hakim ketua Admiral, di PN Bengkulu, Rabu (14/2) menyatakan, kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pasal 12 huruf C junto pasal 55 ayat 1 ke 1 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim terhadap mantan hakim Suryana selama tujuh tahun penjara denda Rp 200 juta lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK selama 10 tahun penjara.

Sedangkan mantan panitera pengganti, Hendra Kurniawan awalnya dituntut JPU selama lima tahun penjara denda Rp 200 juta subsider empat bulan penjara.

Namun, majelis hakim menjatuhkkan vonis kepada terdakwa Hendra Kurniawan selama lima tahun enam bulan penjara atau bertambah selama enam bulan dari tuntutan JPU sebelumnya.

Suryana dihukum tujuh tahun penjara karena terdakwa merupakan seorang hakim anggota Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, yang tidak membantu tugas negara dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Selain itu, perbuatan terdakwa Suryana tersebut telah mencoreng nama baik institusi Pengadilan Negeri Bengkulu serta merendahkan citra seorang hakim.

Atas putusan majelis hakim yang diketuai Admiral, kedua terdakwa Suryana dan Hendra Kurniawan mengaku menerima putusan tersebut.

Seperti diketahui dalam kasus suap hakim dan panitera PN Bengkulu, penyidik KPK menetapkan tiga orang tersangka, yakni Suryana, Hendra Kurwiawan, dan seorang PNS di Pemkot Bengkulu.

Dari tiga tersangka itu, baru dua orang terdakwa yang sudah dijatuhi hukuman penjara, yakni mantan hakim Suryana dan mantan panitera pengganti Hendra Kurniawan. Sedangkan satu tersangka lagi masih dalam proses persidangan di PN Bengkulu.



Sumber: Suara Pembaruan