Rampak Sarinah Pejuangkan Hari Kebaya Nasional

Rampak Sarinah Pejuangkan Hari Kebaya Nasional
Para kader perempuan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berfoto bersama seusai mengikuti program Pendidikan Kaderisasi Khusus Perempuan I DPP PDIP di Wisma Kinasih, Depok Jawa Barat, Senin, 12 Maret 2018. ( Foto: Istimewa / Istimewa )
Asni Ovier / AO Senin, 12 Maret 2018 | 21:29 WIB

Depok - Para kader perempuan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tergabung dalam Rampak Sarinah menegaskan tekad dan komitmen mereka untuk berperan aktif dalam membentuk karakter bangsa. Salah satu upaya yang akan dilakukan Rampak Sarinah adalah memperjuangkan peringatan Hari Kebaya Nasional.

Tekad untuk memperjuangkan Hari Kebaya Nasional sebagai upaya membentuk karakter bangsa itu disampaikan Ketua DPP PDIP bidang Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Sri Rahayu saat berpidato pada acara Pendidikan Kader Khusus Perempuan Nasional (PKKPN) I PDIP di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Senin (12/3).

Pada acara yang berlangsung pada 9-12 Maret itu, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu mendidik para kader perempuan agar tangguh, terutama dalam peran membentuk karakter bangsa. Ada 150 anggota Rampak Sarinah yang mengikuti PKKPN angkatan pertama itu. Mereka kompak mengenakan kebaya putih dipandu kain Nusantara serta kerudung merah bagi yang muslimah.

Sri mengatakan, Rampak Sarinah memilih kebaya sebagai perwujudan gagasan Bung Karno tentang Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan, sebagaimana amanah Trisakti yang ketiga. Dikatakan, menurut hasil riset, kebaya adalah pakaian kaum perempuan, khususnya ibu-ibu di Nusantara sejak dulu.

Rampak Sarinah juga akan menggandeng komunitas perempuan lain untuk mengusulkan kepada pemerintah agar menetapkan Hari Ibu pada 22 Desember sekaligus sebagai Hari Berkebaya Nasional. “Penetapan Hari Berkebaya Nasional ini akan menjadi salah satu alasan untuk mengusulkan kebaya sebagai warisan budaya Nusantara kepada Unesco,” ujar Sri.
Rampak Sarinah, katanya, juga mengajak kaum perempuan untuk membangun gerakan perempuan Pancasila. Peran perempuan penting sebagai pendidik pertama bagi anak-anak dan keluarga agar memiliki karakter nasionalis.

“Bung Karno pernah berpesan, perempuan harus mengatasi ketertinggalan mereka untuk menjadi sama kuat dengan laki-laki agar menjadi dua sayap Garuda untuk terbang tinggi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Sri.

Para peserta PKKPN I juga melakukan joget bersama Maumere dan Jaran Goyang seusai penandatanganan janji perjuangan mengerakkan perempuan nasionalis untuk mewujudkan keadilan sosial. Turut serta dalam acara itu Sekretaris Badan Pendidikan dan Latihan Pusat (Badiklatpus) DPP PDIP Eva K Sundari.



Sumber: BeritaSatu.com