Kasad: Kapal TNI Tenggelam Belum Tentu Alatnya Jelek

Kasad: Kapal TNI Tenggelam Belum Tentu Alatnya Jelek
Kapal Motor Cepat (KMC) AD-16-05 milik Kodam Jaya tenggelam di perairan Kepulauan Seribu, Senin (12/3) sekitar pukul 11.10 WIB. ( Foto: Beritasatu Tv )
Aichi Halik / AHL Selasa, 13 Maret 2018 | 19:14 WIB

Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Mulyono akan menginvestigasi penyebab tenggelamnya kapal Kodam Jaya di perairan Kepulauan Seribu pada Senin (11/3) lalu.

Mulyono menyebut tenggelamnya kapal milik TNI AD itu merupakan musibah yang tidak diduga. Meski begitu, ia akan melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut.

“Bukan kita jadikan suatu kita persoalkan berarti alatnya jelek belum tentu ya. Semua kita investigasi persoalannya apa masalahnya apa, dari permasalahan itulah kita belajar” kata Mulyono di Jakarta Barat, Selasa (13/3).

Mulyono meminta agar insiden tenggelamnya kapal itu tak disimpulkan sebagai cerminan buruknya alutsista milik TNI AD.

“Jadi jangan kita ngomong berarti alatnya jelek, belum tentu. Jadi ndak apa-apa. Itu musibah, saya terima ya kalau ada orang bicarakan dan sebagainya. Oke enggak apa-apa. Masukan yang positif boleh kita terima tetapi saya tetap berpedoman kepada hasil investigasi,” tandasnya.

Hingga saat ini, diungkapkan Mulyono, dia belum mendapat laporan resmi soal kejadian yang melanda kapal milik Kodam Jaya tersebut.

“Saya tidak bisa mengatakan seperti apa, karena saya belum mendapat laporannya. Tetapi saya akan belajar dai musibah itu, saya akan mengevaluasi itu dan ke depan bagaimana tidak boleh terjadi lagi,” pungkasnya.

Kapal KMC Komando hanya bisa menampung 31 penumpang dengan 3 awak kapal dan 2 ABK. Namun, kapal yang berangkat dari Dermaga Batalyon Air 4 kawasan Pelabuhan Tanjung Priok itu mengangkut 65 orang prajurit.



Sumber: BeritaSatu TV