Tanggapi Isu Sampah, Bupati Tabanan Rakor dengan Menko Maritim

Tanggapi Isu Sampah, Bupati Tabanan Rakor dengan Menko Maritim
Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, sedang berbincang dengan Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan, di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (13/3). ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 13 Maret 2018 | 21:04 WIB

Jakarta - Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, mengahadiri rapat kordinasi (Rakor) dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Panjaitan, di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (13/3). Dalam rakor ini, turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar.

Bupati Eka menyatakan, rakor ini merupakan komitmen bersama untuk menyatakan perang terhadap sampah di Bali. "Dalam rakor tadi, kami sepakat untuk menyatakan perang terhadap sampah di Bali. Kami akan membetuk tim yang beranggotakan Kemenko Maritim, KLHK, Dirjen Perhubungan Laut, Kapolda Bali, TNI AL, Bank Dunia, dan para kepala daerah se-Bali," jelasnya.

Bupati Eka menambahkan, pihaknya berkomitmen bahwa program tersebut akan selesai sebelum berlangsungnya Annual Meeting IMF - World Bank di Bali.

"Tim yang sudah kami bentuk ini nantinya akan mengedukasi hotel dan tempat pariwisata untuk mengurangi penggunaan plastik, melakukan pelatihan kepada masyarakat tentang daur ulang sampah dan cara mengubah sampah menjadi energi," paparnya.

Selain itu, kata Bupati Eka, tim tersebut akan rutin melakukan patroli laut. Untuk yang kedapatan membuang sampah sembarangan, akan dikenakan denda sebesar Rp 500.000. "Bali merupakan tujuan wisata yang rentan sekali dengan sampah. Dengan kerja sama ini, saya yakin saat Annual Meeting IMF - World Bank, Bali sudah kembali bersih dari sampah," paparnya.

Bupati Eka juga menambahkan, pihaknya sangat mendukung program wave energy dari Menko Maritim. "Pak Luhut dan Bank Dunia akan memfasilitasi kami untuk membangun wave energy yang diantaranya mengubah sampah menjadi energi listrik dan bio diesel. Selanjutnya, kami akan melakukan pembahasan lebih dalam dan perlu disepakati bersama, karena dibutuhkan persiapan lahan 10 hektar dan suplai sampah 400 ton per hari," tegasnya.

Menurutnya, dengan adanya program kerja sama ini, diharapkan Bali dapat menjadi contoh untuk provinsi lainnya dalam menanggulangi sampah. Apalagi, Bali merupakan salah satu destinasi favorit di dunia.

"Selain itu, untuk di Tabanan sendiri saat ini sudah mempunyai 19 bank sampah. Salah satu bank sampah kami juga sudah bekerja sama dengan pabrik plastik. Sehingga, sampah dapat menjadi barang yang dapat digunakan kembali dan menjadi manfaat," kata Bupati Eka.

Sementara itu, Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan, menambahkan, isu sampah ini sekarang sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), akan bersinergi untuk melakukan pembersihan sampah di Bali yang saat ini sudah menarik perhatian dunia.

"Dengan mengundang banyak pihak, kita bersama mencari cara dalam mengatasi permasalahan sampah yang salah satu solusinya dengan mengubah sampah menjadi energi," kata Luhut.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE