Soal Kode Merek Miras, Keponakan Setnov Siap Dikonfrontasi

Soal Kode Merek Miras, Keponakan Setnov Siap Dikonfrontasi
Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera yang juga keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi menaiki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 9 Maret 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Fana Suparman / YUD Rabu, 14 Maret 2018 | 13:03 WIB

Jakarta - Keponakan Setya Novanto yang juga mantan Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi menyatakan kesiapannya untuk dikonfrontasi dengan anak buahnya, Muhammad Nur alias Ahmad. Salah satunya mengenai merek minuman keras (miras) yang diduga merupakan kode aliran dana dari korupsi proyek e-KTP. Kesiapan ini ditegaskan Irvanto saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (14/3).

"‎Saya siap dikonfrontir dengan Ahmad maupun Iwan (Barala)," kata Irvanto.

Dalam kesempatan ini, Irvanto membantah pernah menuliskan sejumlah merek minuman beralkohol di secarik kertas untuk menyamarkan dana proyek e-KTP yang bakal dialirkan kepada Senayan seperti yang dikatakan Ahmad. Untuk itu, Irvanto menegaskan kesiapannya dikonfrontir dengan Ahmad.

"Enggak betul yang mulia. Ahmad yang beri keterangan itu," bantah Irvanto.

Diketahui, dalam persidangan sebelumnya, Pegawai PT Murakabi Sejahtera, Muhammad Nur alias Ahmad yang dihadirkan sebagai saksi mengungkapkan adanya dugaan kode yang digunakan untuk menyamarkan uang panas proyek e-KTP. Uang tersebut diduga akan dialirkan ke Senayan.

Ahmad mengaku sempat mendengar adanya permintaan dari bosnya, Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo yang akan mengubah sebutan biru, kuning dan merah dengan nama merek minuman keras.

"Waktu itu terakhir Pak Irvanto (ngasih) kertas selembar, dia bilang ini buat senayan dan mengganti dengan kode-kode biru dan kuning dengan nama minuman (alkohol)," kata Ahmad saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/3).

Ahmad mengungkapkan Irvanto memberikannya sejumlah uang. Setelah uang itu diterima Ahmad, Irvanto yang juga keponakan Setya Novanto menunjukkan kertas selembar yang berisi sejumlah catatan dengan menggunakan kode minuman beralkohol.

"Saya melihat agak sekilas, dia bilang sih pokoknya merah dengan Macwayer, kuning dengan Chivas Regal, ‎dan biru dengan Vodka. Ditulis Irvanto di kertas selembar," paparnya.

Tak hanya itu, Irvanto juga mencatat pembagian jumlah uang yang diduga untuk sejumlah fraksi di DPR. Sayangnya, Ahmad mengaku lupa dengan jumlah uang yang diduga akan dibagikan ke tiga fraksi di DPR.

"Saya agak lupa. Saya enggak terlalu lihat ada pembagian. Cuma kode-kode saja," katanya.

Kode aliran dana e-KTP ini mengonfirmasi surat dakwaan KPK terhadap dua mantan pejabat Kemdagri, Irman dan Sugiharto. Dalam surat dakwaan itu terdapat tiga partai yang disebut menerima uang panas e-KTP, yakni, Partai Golkar sebesar Rp150 miliar, Partai Demokrat sebesar Rp150 miliar, dan untuk PDIP, sejumlah Rp80 miliar. Aliran dana kepada ketiga partai itu disamarkan dengan menggunakan kode warna. Kode merah untuk PDIP, Kuning untuk Golkar dan Demokrat diberi kode biru.



Sumber: Suara Pembaruan