Tempatkan Menteri Perempuan Terbanyak, DPR Beri Jokowi Penghargaan

Tempatkan Menteri Perempuan Terbanyak, DPR Beri Jokowi Penghargaan
Ketua DPR, Bambang Soesatyo (kedua kanan) memberikan penghargaan kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyadi (ketiga kanan) saat perayaan International Women's Day 2018, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018. ( Foto: Beritasatu Photo / Markus Junianto Sihaloho )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Rabu, 14 Maret 2018 | 17:32 WIB

Jakarta - Memeriahkan perayaan International Women's Day (Hari Perempuan Internasional) 2018, DPR memberikan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menempatkan kaum perempuan terbanyak dalam kabinet pemerintahan.

Menurut Ketua DPR, Bambang Soesatyo, Presiden Jokowi telah menempatkan sebanyak delapan perempuan pilihan di Kabinet Kerja. Dan, semuanya menempati posisi kementerian yang sangat penting.

Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise.

"Presiden Jokowi telah memberikan teladan dan kepercayaan bahwa kaum perempuan juga bisa berkarier di eksekutif," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, dalam acara pemberian penghargaan di Gedung Parlemen, Rabu (14/3).

Bamsoet juga secara khusus memberikan penghargaan dan memuji Sri Mulyani yang dinilainya sebagai salah satu menteri perempuan terbaik di kabinet kerja. Terlebih, belum lama ini Sri Mulyani terpilih sebagai menteri terbaik dunia dalam World Government Summit di Dubai, Uni Emirat Arab. Politikus Partai Golkar ini selain memberikan penghargaan sebagai keynote speech, juga menghadiahkan sebait pantun kepada Sri Mulyani.

DPR juga memberikan penghargaan kepada DPRD Provinsi Riau karena memiliki jumlah anggota DPRD perempuan terbesar secara nasional.

Sedangkan Bupati Kabupaten Minahasa Selatan Christiany Eugenia Parantu dan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mendapatkan penghargaan atas pencapaian mereka sebagai bupati perempuan yang terpilih selama dua periode berturut-turut.

Menurut Bamsoet, berbagai penghargaan tersebut merupakan simbol pengakuan dan apresiasi DPR kepada yang telah memberi ruang berkreasi bagi perempuan. Dan perempuan yang berkreasi baik. "Mari terus kita ciptakan dunia yang penuh keadilan dan kesetaraan, terutama kepada kaum perempuan," ujar Bamsoet.

Ketua DPR Bambang Soesatyo menegaskan Pemerintah Indonesia telah merumuskan dan menerapkan berbagai strategi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peningkatan peran kaum perempuan. Salah satunya dengan memperkenalkan sistem yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calon anggota legislatif.

Namun sayang, peluang tersebut tidak dimanfaatkan maksimal. Saat ini hanya 97 perempuan dari 560 total anggota DPR atau hanya 17,1 persen yang lolos menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019.

Bamsoet menjelaskan, DPR dalam menjalankan fungsi legislasi, juga turut melindungi kaum perempuan. Di antaranya dalam pembentukan Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan perlunya pemberdayaan perempuan. Lalu Undang-Undang tentang Kesehatan yang menekankan pentingnya menjamin kesehatan reproduksi perempuan. Saat ini, DPR juga tengah membahas RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual.

DPR juga telah membentuk Kaukus Perempuan Parlemen dan Kaukus Politik Perempuan Indonesia untuk mempromosikan serta mendorong pencapaian kesetaraan dan keadilan jender.

"Bagi saya, kesetaraan jender bukanlah isu perempuan semata, melainkan isu sosial dan kemanusiaan dalam artian yang lebih luas," ujar Bamsoet.

"Kesetaraan gender merupakan gerakan global di mana laki-laki dan perempuan harus sama-sama dilibatkan. Meliputi hak manusia yang paling mendasar, yaitu hidup tanpa diskriminasi."

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Sri Mulyani, Yohana Yembise, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Nurhayati Ali Assegaf serta para anggota DPR RI. Selain itu, hadir pula para duta besar seperti dari Meksiko, Kanada, Iran, Brasil, Irak, Myanmar, Jepang, dan Rusia.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE