Pendiri Matahari Group Hari Darmawan Dikremasi di Bali

Pendiri Matahari Group Hari Darmawan Dikremasi di Bali
Pendiri Matahari Group, Hari Darmawan, meninggal dunia. ( Foto: Istimewa )
I Nyoman Mardika / CAH Rabu, 14 Maret 2018 | 22:56 WIB

Denpasar - Jenazah pendiri jaringan ritel Matahari Departement Store, Hari Darmawan, Rabun(14/3) dikremasi di Krematorium Kertha Semadi, Mumbul, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Namun, abunya yang rencananya dilarung ke laut belum dilakukan karena menunggu hari baik setelah masyarakat Bali melakukan upacara melasti menyambut Nyepi..

Dari pantauan SP, tampak ratusan orang yang terdiri dari keluarga, sanak saudara, kerabat, hingga para pekerja dari Matahari Departement Store tampak menghadiri prosesi kremasi. Liturgi kebaktian kedukaan di krematorium diawali dengan nyanyian Kekuatan Serta Penghiburan dan dilanjutkan dengan doa penguatan dan pembacaan ayat oleh Vik. Ardian A. Santosa.

Penaburan bunga pertama dilakukan oleh Pendeta dari Gereja Reformed Injil Indonesia - Denpasar. Setelah itu, dilanjutkan secara berturut-turut oleh keluarga inti, keluarga terdekat dari Makassar, Jakarta, dan Singapura.

Panitia kremasi yang juga salah satu karyawan Matahari, Martinus Parera mengatakan kremasi biasanya berlangsung selama 2 hingga 3 jam. "Keluarga akan menunggu di sini hingga selesai, atau kalau kami menyebutnya hingga beliau naik ke surga," ujar Martinus.

Martinus menambahkan, pihak keluarga saat ini masih menunggu waktu yang tepat untuk melarung abu almarhum. Mengingat, umat Hindu di Bali juga sedang melakukan ritual melasti pada hari yang sama. "Akan dilarung nanti menunggu waktu yang tepat," imbuhnya.

Namun demikian, Martinus mengatakan abu jenazah dipastikan akan dilarung di perairan Bali. Pihak keluarga mendiang Hari Darmawan akan melarung abu jenazahnya di Pulau Bali setelah umat Hindu melaksanakan ritual Melasti dalam rangkaian Hari Suci Nyepi.

"Rencananya, prosesi melarung abu jenazah Hari Darmawan akan berlangsung di pantai yang ada di Bali, setelah umat Hindu melaksanakan ritual Melasti," katanya.

Ia mengatakan, kemungkinan abu jenazah akan dilarung setelah prosesi ritual Melasti yang dilakukan umat Hindu di Bali, agar tidak berbenturan dengan kegiatan suci keagamaan yang berlangsung di Pulau Dewata itu. Pihak keluarga belum menentukan waktu, hari, tanggal dan lokasi pantai untuk proses pelarungan abu jenazah dilakukan.

Menurut dia, Bali dipilih untuk rangkaian prosesi pelarungan abu jenazah Hari Darmawan, karena sejumlah keluarga mendiang sudah tinggal di Pulau Dewata. "Kemungkinan keluarga juga menunggu hari baik untuk melarung abu jenazah mendiang," katanya.

Sebelumnya doberitakan pendiri Matahari Department Store Hari Darmawan ditemukan tewas di Kali Ciliwung, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (10/3) sekitar pukul 06.30 WIB.



Sumber: Suara Pembaruan