Ini Cara Paling Tepat Turunkan Kasus Kanker

Ini Cara Paling Tepat Turunkan Kasus Kanker
Panel Discussion dalam acara "The Economist Event's War on Cancer South-East Asia 2018" yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa 20 Maret 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Herman / YUD Selasa, 20 Maret 2018 | 15:28 WIB

Jakarta - Kanker merupakan salah satu jenis penyakit berbahaya yang paling banyak menyedot anggaran BPJS Kesehatan. Pengetahuan masyarakat tentang bahaya kanker juga belum cukup memadai. Hal ini terlihat dari banyaknya pasien kanker yang baru berobat ketika penyakitnya sudah mencapai stadium lanjut.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Pusat, Prof DR dr Aru Wisaksono Sudoyo memaparkan, sekitar 70 persen pasien kanker yang datang berobat ke rumah sakit sudah dalam tahap stadium 3 atau 4. Ini membuat penyakit kanker yang dideritanya menjadi lebih sulit untuk disembuhkan. Biaya pengobatannya pun menjadi lebih mahal dan berkepanjangan. Padahal, bila ditemukan lebih dini, peluang untuk sembuh menjadi lebih besar.

Karenanya, YKI gencar melakukan berbagai kegiatan edukasi untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya melakukan deteksi dini. Misalnya melakukan Sadari (Periksa Payudara Sendiri) untuk mendeteksi adanya kanker payudara, atau melakukan IVA dan papsmear untuk mendeteksi kanker serviks.

"Kasus penyakit kanker di Indonesia hanya bisa diturunkan bukan dengan obat-obatan canggih, tetapi dengan edukasi ke masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini," kata Prof Aru, di acara "The Economist Event's War on Cancer South-East Asia 2018", di Jakarta, Selasa (20/3).

Prof Aru menambahkan, ada tiga komponen utama hidup sehat untuk menurunkan risiko terkena kanker, yaitu olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, dan juga mengikuti pola makan sehat.

"Khusus untuk kanker payudara, bila seorang perempuan rutin mengonsumsi buah dan sayuran empat kali dalam sehari, itu bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara sebesar 30 persen," tambah Prof Aru.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE