Kejenuhan terhadap Produk Besar, IFW 2018 Munculkan "Cultur Identity"

Kejenuhan terhadap Produk Besar, IFW 2018 Munculkan
Indonesia Fashion Week 2018. ( Foto: Antara )
Chairul Fikri / AB Jumat, 30 Maret 2018 | 08:09 WIB

Jakarta - Pergelaran busana terbesar di Indonesia bertajuk Indonesian Fashion Week (IFW) 2018 resmi dibuka Rabu (28/3) malam. Pada tahun ini "Cultur Identity" menjadi tema besar yang diangkat dalam pergelaran IFW. Isu seputar kesadaran dan kepekaan terhadap lingkungan (eco-friendly) pun diangkat dalam IFW tahun ini.

Hal itu yang diungkapkan desainer kondang Sonny Muchlison saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3).

"Perkembangan internet, apalagi dengan kehadiran media sosial, membuat pemasaran suatu produk lebih mudah dan luas. Akhirnya, masyarakat mengikuti tren yang berkembang dan hal ini mengakibatkan penciptaan mode yang sama dalam skala besar. Nah, kejenuhan orang akan kesamaan produk yang besar ini yang akhirnya membuat mereka beralih ke eco-friendly, karena kesannya ekslusif," ungkap Sonny.

Tema eco-friendly yang melambangkan suatu sentuhan pribadi dan juga identitas diri yang kuat, sangat kental tergambar pada busana yang dimunculkan beberapa desianer Tanah Air. Para desainer juga terus mengangkat unsur kedaerahan dalam setiap motif busana rancangannya.

"Sebenarnya tema eco-friendly sudah mulai banyak digunakan beberapa desainer di perhelatan IFW dan JFW (Jakarta Fashion Week) yang diselenggarakan tahun lalu. Hal ini didasari kejenuhan masyarakat akan kemunculan produk yang sama terus menerus setiap tahun, maka setiap desainer perlu melakukan inovasi-inovasi tertentu agar busana yang ditawarkannya bisa diminati. Terlebih, kini tema kedaerahan juga mulai dipakai dalam setiap motif busana yang dirancang oleh para desainer. Ini pastinya akan menambah warna di pergelaran IFW 2018," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE