Soal Pernyataan Amien Rais, Ini Respons MUI

Soal Pernyataan Amien Rais, Ini Respons MUI
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / JAS Senin, 16 April 2018 | 13:35 WIB

Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi mengharapkan semua elite politik untuk bijak dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya ketika mengutip ayat suci Alquran atau ajaran agama lainnya. Hal ini disampaikan menanggapi pernyataan politisi senior PAN Amien Rais yang mendikotomikan antara partai setan dan partai Allah.

"Kebijakan elite perlu agar terhindar dari tuduhan melakukan politisasi agama atau eksploitasi agama untuk kepentingan politik. Lebih dari itu untuk menghindari timbulnya kesalahpahaman, konflik, dan kegaduhan di masyarakat," ujar Zainut di Jakarta, Senin (16/4).

Zainut menjelaskan bahwa memang di dalam Aluran surat Al Mujadilah ayat 19 sampai dengan ayat 22 itu menerangkan adanya dua golongan manusia yaitu golongan setan (hizb as-syaithan) dan golongan Allah (hizb Allah). Golongan setan itu disebutkan sebagai golongan orang yang selalu berdusta, lupa mengingat Allah, suka menentang ajaran Allah dan Rasul-Nya, dan mereka itu adalah golongan orang yang merugi.

"Dan satu lagi yang disebut golongan Allah yaitu golongan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, yaitu orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Allah. Mereka adalah termasuk golongan orang yang beruntung," terang dia.

Menurut Zainut, konteks ayat tersebut lebih pada makna transendental yaitu tentang akidah, keyakinan, atau keimanan kepada Allah SWT. Konteks ayat tersebut, kata dia, bukan dalam konteks politik.

"Jadi tidak tepat jika ada pihak yang mengaitkan ayat tersebut di atas dengan konteks politik kepartaian di Indonesia. Namun, saya berprasangka baik Pak Amien Rais tidak bermaksud mengaitkan ayat tersebut dengan kondisi partai-partai di Indonesia," pungkas dia.

Sebelumnya, dalam sebuah ceramah di Jakarta, Amien mendikotomikan adanya partai setan dan partai Allah. Awalnya, Amien mengajak semua pihak, termasuk PAN, PKS, dan Gerindra, bersama umat Islam berjuang bersama membela agama.

Amien menyebutkan, sebaliknya, ada pula partai besar yang bergabung dengan partai setan. Namun, saat dikonfirmasi, partai mana yang dimaksud partai setan, dia enggan menjawab.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE