4.000 Hektare Lahan Kering di Seluma Ditanami Jagung dan Kedelai

4.000 Hektare Lahan Kering di Seluma Ditanami Jagung dan Kedelai
Petani jagung. ( Foto: Antara / Anis Efizudin )
Usmin / JAS Selasa, 17 April 2018 | 07:55 WIB

Bengkulu - Seluas 4.000 hektare lahan kering di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, pada tahun 2018 ini, ditanami jagung dan kedelai dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan di daerah ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Marah Halim, di Bengkulu, Senin (16/4) mengatakan, lahan kering tersebut, selama ini lahan persawahan milik masyarakat ditanami padi. Namun karena ada perbaikan jaringan irigasi Seluma, maka lahan sawah menjadi kering, sehingga dimanfaatkan dengan ditanami jagung dan kedelai.

"Pengeringan lahan sawah seluas 4.000 hektare tersebut, akan berlangsung hingga Oktober mendatang. Karena itu, lahan sawah yang kering ini kami manfaatkan dengan menanam jagung dan kedelai," ujarnya.

Petani yang menanam jagung dan kedelai mendapat bantuan bibit dan pupuk dari Kementerian Pertanian (Kemtan). Hal ini dilakukan agar petani tertarik untuk menanam jagung dan kedelai di lahan sawahnya yang dikeringkan karena perbaikan saluran irigasi.

Bantuan bibit dan pupuk tersebut, kata Halim disalurkan melalui kelompok tani masing-masing. Sedangkan besar bantuan yang akan diterima petani sesuai luas lahan yang akan ditanami jagung dan kedelai tersebut.

Rencana pengembangan jagung dan kedelai di lahan sawah tersebut, katanya sudah dilaporkan ke Kemtan di Jakarta. "Kami sudah laporkan rencana menanam jagung dan kedelai ini ke Kemtan, termasuk produksi beras akan turun, tetapi sebaliknya produksi jagung dan kedelai akan meningkat," ujarnya.

Halim menjelaskan, produksi padi sawah di Seluma, rata-rata 6,5 ton gabah kering giling (GKG)/hektare. Akibat 4.000 hektare sawah dikeringkan karena perbaikan irigasi, sehinga ditanami jagung dan kedelai, maka Seluma akan kehilangan produksi beras 2018 sebanyak belasan ribu ton.

"Tahun ini, Seluma akan kehilangan produksi beras belasan ton, tapi sebaliknya produksi jagung dan kedelai akan meningkat secara signifikan di sebelumnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan menyambut baik penanaman jagung dan kedelai ribuan hektare di lahan sawah yang dikeringkan karena perbaikan jaringan irigasi Seluma.

"Kami menyambut baik dan mendukung penanaman 4.000 hektare jagung dan kedelai di Seluma, sehingga target pengembangan jagung ratusan ribu hektare di Bengkulu, pada tahun 2018 dapat direalisasikan dengan baik," ujarnya.

Ricky menambahkan, pada tahun ini, Bengkulu ditugaskan Kementan untuk mengembangkan tanaman jagung di lahan kering seluas 200.000 hektare. Tanaman jagung seluas ini, tersebar di 10 kabupaten dan kota, termasuk Seluma.

"Kami optimistis target pengembangan jagung di Bengkulu, seluas 200.000 hektare dapat direalisasikan sesuai harapan Kemtan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan pengembangan jagung tersebut," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE