Bandara Baubau Renovasi Tempat Parkir Pesawat

Bandara Baubau Renovasi Tempat Parkir Pesawat
Ilustrasi penerbangan sipil. ( Foto: BeritaSatu Photo/Danung Arifin )
/ JAS Selasa, 17 April 2018 | 09:20 WIB

Baubau - Pengelola Bandar Udara Betoambari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara mulai merenovasi apron atau tempat parkir pesawat karena kondisi permukaannya yang menurun.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bandara Betoambari Baubau, Rano, di Baubau, Selasa (17/4), mengatakan rekonstruksi apron menggunakan belanja modal sebesar Rp 8,3 miliar pada 2018.

"Pesawat kalau parkir kondisinya miring, makanya kita disarankan untuk direkonstruksi ulang," ujar Rano yang juga Kepala Sub Seksi Teknik Operasi dan Pelayan Keadaan Darurat Bandara Baubau itu.

Ia mengatakan dari ukuran apron saat ini seluas 170 x 63 meter terdapat 85 meter konstruksinya dikerjakan sejak 1973 yang kondisinya sudah menurun sehingga untuk menyamakan permukaannya agar tidak terjadi kemiringan akan dilapisi dengan ketebalan 5,5 sentimeter.

"Jadi apron yang lama dilakukan revisi kembali karena permukaannya turun, sekaligus apron tahun 2014 kita lapis," ujarnya.

Selain pengerjaan apron, kata Rano, total anggaran belanja modal pada 2018 kurang lebih Rp19 miliar juga akan digunakan untuk pengerjaan rehabilitasi terminal atau perluasan terminal Rp 4,3 miliar.

"Perluasan ini karena kondisi penumpang bandara kita sekarang sudah lebih dari 200 persen dan kapasitasnya sudah tidak memadai lagi. Hitungan setiap bulannya mencapai 23.000," katanya.

Akibat itu, lanjut dia, kalau jadwal penerbangan ketemu dua hingga tiga pesawat, pihaknya belum bisa memperkenankan pengguna jasa masuk ke terminal karena daya tampungnya sudah tidak mencukupi.

Selain itu, pada 2018 akan dilakukan pengerjaan drainase yang merupakan pengerjaan lanjutan 2015 yang belum rampung akibat permasalahan sengketa lahan "Tahun ini kita rampungkan semua termasuk gorong-gorong dengan anggaran Rp 1,2 miliar. Kemudian studi untuk perencanaan sisi udara atau rancanangan studi terinci (RTT) sebesar Rp 1,5 miliar," ujarnya.

Ia menambahkan ketiga paket pekerjaan sudah selesai proses lelangnya dan sementara ini sedang dikerjakan, sedangkan jangka waktu kerjanya berbeda-beda, ada yang sampai Juli dan Desember 2018.



Sumber: ANTARA
CLOSE