BMKG Perluas Area Jangkauan di Papua

BMKG Perluas Area Jangkauan di Papua
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat meninjau lokasi Balai Besar MKG bersama Administrator PLBN Skouw, Yan Z Numberi, dalam rangkaian acara Rakorwil di Jayapura, Senin (16/4). ( Foto: Dok. BMKG )
Lona Olavia / FER Selasa, 17 April 2018 | 10:55 WIB

Jayapura - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berencana memperluas area jangkauan dan layanan di wilayah Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat Rapat Kordinasi Wilayah (Rakorwil) Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) Wilayah V Jayapura, di Hotel Aston Jayapura, Senin (16/4).

Dwikorita menyampaikan, perluasan area jangkauan tersebut merupakan wujud komitmen pihaknya dalam menjalankan visi dalam Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Fokus program BMKG pada tahun ini adalah meningkatkan kualitas layanan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk memandu pembangunan infrastruktur dan transportasi di Papua. Program ini adalah bentuk dukungan BMKG terhadap salah satu visi dalam Nawacita, yaitu membangun Indonesia dari wilayah perbatasan," ujar Dwikorita dalam siaran pers yang diterima, Selasa (17/4).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat meninjau lokasi Balai Besar MKG bersama Administrator PLBN Skouw, Yan Z Numberi, dalam rangkaian acara Rakorwil di Jayapura, Senin (16/4).

Dwikorita menjelaskan, pihaknya akan menjalankan beberapa program prioritas. Tahun ini, lanjutnya, BMKG akan membangun satu radar cuaca di Bandara Wamena, melengkapi 5 radar cuaca lain yang sudah dibangun di Bandara DEO Sorong, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Sentani Jayapura, Bandara Timika dan Bandara Merauke.

"Radar tersebut dapat meningkat akurasi informasi cuaca dan bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan transportasi, acuan dalam pembangunan infrastuktur dan pedoman cuaca publik untuk masyarakat," paparnya.

Dwikorita menambahkan, selain radar cuaca, BMKG akan menambah satu display cuaca di Bandara Frans Kaisiepo Biak. Selain itu, peralatan untuk gempa pun telah ditambah dengan sensor seismograf di lokasi Enarotali, dan akan dilaksanakan peremajaan peralatan gempa di Biak dan Wamena.

"Selain itu, BMKG akan memperluas jangkauan Automated Weather Observing System (AWOS) di 12 bandara yaitu bandara Kepi, Babo, Teluk Bintuni, Inanwatan, Teminabuan, Bilorai, Ewer, Ilu, Numfor Biak, Tanah Merah, Enarotali dan Ransiki," ungkapnya.

Menurut Dwikorita, pihaknya optimistis dapat memberikan informasi akurat terhadap masyarakat di daerah perbatasan. BMKG, lanjutnya, juga telah menyiapkan videotron di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Skouw, Jayapura. Videotron tersebut nantinya akan memuat informasi hasil dari radar cuaca. Seluruh instrumen mulai dari radar, display, AWOS dan videotron beserta jaringannya, akan terkoneksi secara digital ke big data analytic dan artificial intelligent (AI).

"Dengan demikian, peringatan bencana akan semakin cepat terdeteksi, jangkauan deteksi yang semakin luas dan akurasi informasi yang semakin akurat. Dengan peningkatan kualitas layanan, masyarakat di daerah perbatasan dapat lebih tanggap terhadap bencana," tambahnya.

Sementara itu, Administrator Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Yan Z Numberi, menyatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi dan berterimakasih kepada niat baik BMKG dalam peningkatan kualitas pelayanannya.

"Saya berterimakasih kepada BMKG karena telah memberikan perhatian kepada daerah. Dengan program prioritas tesebut, masyarakat perbatasan bisa mendapatkan informasi perubahan cuaca. Kewaspadaan terhadap cuaca terbukti dapat meningkatkan efektivitas dari sektor perikanan, pertanian, perkebunan, pertambangan dan keselamatan sarana transportasi," kata Numberi.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE