Kejar 7 DPO, Polda Sulteng Lanjutkan Operasi Tinombala

Kejar 7 DPO, Polda Sulteng Lanjutkan Operasi Tinombala
Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala menyusuri jalan setapak dalam hutan untuk memburu kelompok Santoso di Desa Sedoa, Lore Utara, Poso, Sulawesi Tengah, Kamis 24 Maret 2016. ( Foto: Antara )
John Lory / AB Selasa, 17 April 2018 | 12:12 WIB

Palu - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) tetap melanjutkan Operasi Tinombala di Kabupaten Poso untuk menangkap sisa anggota kelompok sipil bersenjata dari Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso yang diperkirakan masih berjumlah tujuh orang lagi.

“Pasukan untuk Operasi Tinombala segera kita akan ganti dengan pasukan baru, termasuk tim buru yang sudah terlatih, ditambah dengan pasukan dari Brimob Kelapa Dua Jakarta,” kata Kapolda Sulteng, Brigjen Pol I Ketut Argawa di Palu, Selasa (17/4).

Kapolda mengimbau para DPO yang masih berada di hutan pegunungan Poso agar menyerahkan diri demi terciptanya keamanan di wilayah Kabupaten Poso.

Dalam operasi kali ini, pihak kepolisian akan dibantu satuan TNI sebanyak kurang lebih 100 orang.

“Operasi Tinombala diperpanjang lagi sampai tiga bulan ke depan, mulai April sampai Juni 2018. Kita berharap sebelum sampai tiga bulan, pengejaran sisa DPO bisa dituntaskan.” Ujarnya.

Hingga saat ini, situasi di wilayah Kabupaten Poso kondusif, dan aktivitas masyarakat berjalan dengan baik. Diduga, para DPO tidak berada di kota, melainkan di hutan pegunungan Kabupaten Poso.

Ketujuh DPO yang masih diburu aparat itu adalah Ali Ahmad alias Ali Kalora asal Poso, Kholid asal Bima NTB, Qatar alias Farel asal Bima, Abu Alim asal Poso, Moh Faisal alias Namnung alias Kobar asal Poso, Nae alias Galuh asal Bima, dan Basir alias Romzi asal Bima. 



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE