Polda Jabar Kesulitan Bekuk Big Bos Miras Oplosan

Polda Jabar Kesulitan Bekuk Big Bos Miras Oplosan
Pelaku penjual miras oplosan. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Aichi Halik / AHL Selasa, 17 April 2018 | 21:11 WIB

Jakarta - Polda Jawa Barat (Jabar) masih terus memburu pemilik bunker mewah tempat meracik miras oplosan di Desa Cicalengka Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Keberadaan pemilik bunker, Syamsudin Simbolon, big bos minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan puluhan orang di Cicalengka, belum diketahui.

Polisi telah menetapkan Syamsudin sebagai buron dalam kasus miras oplosan, namun selama seminggu, polisi belum juga mengetahui keberadaannya.

"Para tersangka ini sifatnya berpindah dalam pelariannya untuk menghindari penangkapan kita. Secara teknis kita sudah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) yang sudah disebarkan," kata Kabid Humas Polda Jabar, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mapolda Jabar, Selasa (17/4).

Tim gabungan Polda Jabar dan Polres Bandung dikerahkan untuk memburu Syamsudin, yang mendistribusikan dan membuat miras maut tersebut.

"Harapannya dalam waktu dekat ini para penyidik kita dapat melakukan upaya paksa," ujar Trunoyudo.

Sejak pekan lalu, polisi mengumpulkan data dan riwayat 'si big bos'. Polisi menelusuri catatan kriminal dan sosial Syamsudin lewat riwayat kepolisian.

Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan tiga tersangka, yakni Julianto Silalahi, Hamciak Manik, dan Willy. Hamciak Manik tak lain adalah istri Syamsudin. Selain Syamsudin, ada 6 orang yang masih diburu pihak kepolisian.

Syamsudin diketahui memiliki rumah mewah di Jalan Raya Bandung-Garut atau tepatnya di Kampung Bojongasih RT 03 RW 08, Desa Cicalengka Wetan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Rumah itu dipakai untuk memproduksi dan menyimpan miras oplosan di dalam bungker.



Sumber: BeritaSatu TV
CLOSE