Kinerja KSP Dinilai Patut Mendapatkan Apresiasi

Kinerja KSP Dinilai Patut Mendapatkan Apresiasi
Moeldoko. ( Foto: Antara )
Yeremia Sukoyo / FER Selasa, 17 April 2018 | 21:33 WIB

Jakarta - Menjelang tahun politik, Kantor Staf Presiden (KSP) harus dapat mengambil peran sebagai pengingat dan menjaga netralitas pemerintah. Dengan demikian, segala program pemerintah dapat berjalan dengan baik tanpa terganggu dengan kegiatan politik.

"KSP harus memastikan agar sekitar istana bersikap netral dan adil, jangan hanya untuk kepentingan Pilpres. Harus mengingatkan agar jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan istana untuk kepentingan politik," kata Wakil Ketua Komisi II DPR, Ahmad Riza Patria, di Jakarta, Selasa (17/4).

Terkait dengan evaluasi 100 hari kinerja KSP di bawah kepemimpinan Moeldoko sejak 17 Januari sampai 17 April 2018, yang bersangkutan harus tetap memberikan masukan kepada pemerintah untuk tetap fokus menjalankan tugas sebagai kepala negara.

Jangan sampai nantinya malah tidak membedakan antara menjalankan tugas sebagai pemerintah dengan posisinya sebagai kandidat calon presiden 2019. Dengan demikian, meski sebagai Capres, namun juga harus masih tetap sebagai kepala negara.

Selain itu, diingatkan, yang menjadi tugas pokok KSP adalah menjaga komunikasi dan koordinasi antar kementerian/lembaga dalam menjalankan program-program pemerintah.

Ketua Komisi II DPR, Zainuddin Amali, menegaskan, sepanjang mendukung kinerja Presiden, kinerja KSP di bawah kepemimpinan Moeldoko patut mendapatkan apresiasi. "Saya kira bagus KSP sepanjang mendukung kegiatan Presiden," kata Zainuddin.

Sementara itu, Kepala Staf Presiden, Moeldoko sendiri berjanji dalam membantu tugas presiden, pihaknya sangat terbuka untuk menerima masukan, informasi, dan aduan masyarakat terkait dengan segala permasalahan yang ada. Segala aduan tersebut nantinya akan disampaikan secara langsung kepada Presiden Jokowi.

"Pintu KSP ini kita buka lebar-lebar untuk siapapun. Kalau ada masalah, bisa bicara disini, kita komunikasi sehat," ucap Moeldoko.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE