Polisi Olah TKP Gedung Ambruk yang Tewaskan 7 Orang

Polisi Olah TKP Gedung Ambruk yang Tewaskan 7 Orang
Petugas melakukan evakuasi korban yang tertimpa bangunan di sanggar seni Herman Basari, Gegesik, Cirebon, Jawa Barat, 16 April 2018. Sanggar seni tersebut tertimpa bangunan gedung sarang burung walet yang sudah tua saat kegiatan latihan gamelan hingga mengakibatkan tujuh orang tewas dan empat kritis. ( Foto: Antara / Dedhez Anggara )
Aichi Halik / AHL Selasa, 17 April 2018 | 21:39 WIB

Cirebon - Petugas kepolisian dari Satreskrim Polres Cirebon dan Polsek Gegesik melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus ambruknya sanggar seni di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Selasa (17/4).

Dalam olah TKP tersebut, polisi meminta keterangan sejumlah saksi yang ikut mengevakuasi korban dan berada di lokasi saat kejadian.

Untuk saat ini, belum dipastikan penyebeb utama ambruknya gudang walet yang menimpa sanggar, hingga mengakibatkan tujuh korban tewas tersebut. Namun kuat dugaan, karena kondisi tembok sarang walet yang sudah tua dan rapuh.

"Untuk penyebab masih keadaan lidik, yang jelas tembok yang sudah tua roboh dan menimpa bangunan rumah," kata Kapolsek Gegesik, AKP Tohari, di tempat kejadian, Selasa (17/4).

Polisi sudah memeriksa tujuh orang saksi, satu di antaranya merupakan pemilik gedung sarang buruh walet, yang menjadi penyebab utama robohnya Sanggar Seni Hidayat Jati.

"Pemiliknya sudah dilakukan pemeriksaan untuk penindakan lebih lanjut. Pemiliknya bukan orang sini (Gegesik)," ujar Tohari.

Dalam olah TKP tersebut juga didapati informasi bahwa para korban meninggal karena tertimbun tembok yang ambruk. Para korban berada di lokasi kejadian, saat berlatih gamelan di sanggar milik Dalang Suherman itu.



Sumber: BeritaSatu TV
CLOSE