Dana Desa Berdampak Siginifikan terhadap Pembangunan

Dana Desa Berdampak Siginifikan terhadap Pembangunan
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo ( Foto: Istimewa / Yustinus Paat )
Yustinus Paat / AO Selasa, 17 April 2018 | 21:56 WIB

Jakarta - Program dana desa yang bergulir sejak 2015 telah banyak mengalami perubahan yang masif di desa. Harus diakui, program dana desa ini telah diakui keberhasilannya oleh sejumlah negara di dunia.

Hal itu disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo saat menjadi pembicara dalam kuliah umum bertema "Penguatan Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Desa dan Masyarakat Desa guna Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan" di Auditorium Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (17/4).

Menteri Eko menyebutkan, sedikitnya terdapat 13 negara dari Asia dan Pasifik yang akan mengusulkan ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mewajibkan seluruh negara berkembang menerapkan program dana desa. "Banyak perubahan yang signifikan di desa, baik dari sisi infrastruktur, pendidikan, dan lainnya, karena adanya program dana desa. Perubahan itu telah ditinjau secara langsung oleh negara-negara Asia dan Pasifik. Sehingga, dengan diakui oleh dunia, maka sudah seharusnya PBB mewajibkan program dana desa di seluruh negara berkembang," kata Eko.

Salah satu negara yang belum lama ini mengirimkan delegasi ke Indonesia adalah Malaysia. Kedatangan mereka ke Indonesia hanya ingin mengetahui secara langsung program dana desa di Indonesia. "Menteri Kemajuan Luar Bandar Malaysia telah datang ke Indonesia dan telah mengirimkan puluhan delegasi agar belajar ke Indonesia untuk menerapkannya di Malaysia. Padahal, desa-desa di Malaysia itu lebih maju daripada di Indonesia. Saya beberapa kali juga diminta untuk berbagi atau berdiskusi terkait program dana desa di sejumlah negara-negara," ungkapnya.

Meskipun diakui dunia, kepada ratusan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo menyampaikan bahwa masih terdapat pekerjaan yang belum diselesaikan dalam membangun desa. Untuk itu, diperlukan partisipasi para mahasiswa dalam membantu pembangunan desa. "Mahasiswa yang merupakan calon pemimpin seharusnya berpikir untuk mencari solusi pada setiap persoalan. Jangan mencari persoalan di setiap solusi. Kalau kalian berpikir begitu, insya allah para mahasiswa dapat mengubah dunia ini," kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE