Kalah Praperadilan, Polri Akan Kembalikan Kapal Equanimity

Kalah Praperadilan, Polri Akan Kembalikan Kapal Equanimity
Kapal pesiar Equanimity. ( Foto: Istimewa )
Farouk Arnaz / YUD Selasa, 17 April 2018 | 22:15 WIB

Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim memastikan akan menerima putusan praperadilan terkait penyitaan kapal Equanimity di Teluk Benoa, Bali.

Berdasarkan keputusan hakim tunggal praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menyatakan, penyitaan kapal oleh Bareskrim Polri tidak sah dan melanggar hukum.

“Putusan menyatakan penyitaan kapal pesiar berdasar surat perintah penyitaan 26 Februari 2018 tidak sah dan tidak didasari hukum. Memerintahkan termohon (polisi) untuk mengembalikan kapal pesiar pada pemohon Equanimity (Cayman) LTD,” kata Dir Tipideksus Polri Brigjen Rudy Heriyanto di Bareskrim, Selasa (17/4) malam.

Bareskrim mengakui keputusan itu sifatnya final dan mengikat. Tidak mungkin ada upaya hukum untuk menguji kembali putusan praperadilan itu dengan banding, kasasi, ataupun PK.

“Dit Tipideksus akan mematuhi perintah PN Jaksel untuk segera mengembalikan kapal pesiar tarsebut ke pemiliknya,” lanjutnya.

Baca Juga: Penyitaan Kapal Super Mewah Equanimity Dinyatakan Tidak Sah

Berdasar fakta sidang, dapat disimpulkan pemilik kapal pesiar yang sah adalah Equanimity Cayman dan tidak ada kaitan antara kapal itu dengan kasus 1MDB.

“Pengadilan menyatakan penanganan kapal yang merupakan permintaan FBI pada Polri seharusnya melalui mekanisme Kementerian Hukum dan HAM,” paparnya.

Ini sesuai UU mutual assistant 1/2006 tentang timbal balik dalam perkara pidana.

“Prosedurnya seperti itu. Di putusan disebut harus melalui Kemkumham. Penyitaan terlanjur kami laksanakan. Hakim menyebut penyitaan kurang memenuhi dasar hukum sehingga enggak sah. Sehingga sekarang enggak ada lagi upaya hukum maka kami akan segera melaksanakan perintah pengadilan itu,” urainya.



Sumber: BeritaSatu.com