Bekraf Targetkan 17 Juta Pelaku Ekonomi Kreatif

Bekraf Targetkan 17 Juta Pelaku Ekonomi Kreatif
Ilustrasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). ( Foto: Istimewa )
/ YUD Minggu, 6 Mei 2018 | 11:27 WIB

Manado - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menargetkan untuk menyerap pelaku ekonomi kreatif sebanyak 17 juta hingga tahun 2019.

"Sehingga berbagai upaya, pelatihan dan bimbingan kepada masyarakat di seluruh Indonesia terus kami lakukan," kata Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Poppy Savitri di Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Minggu (6/5).

Poppy mengatakan salah satu upaya itu berupa pelatihan Coding Mum yang akan dilakukan di kota-kota di Indonesia, dan kali ini berlangsung di Kota Manado.

Coding Mum sendiri merupakan salah satu program unggulan Bekraf hasil kerja sama dengan Kolla Space.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan coding kepada ibu-ibu rumah tangga penyandang disabilitas dan buruh migran di luar negeri.

Dengan menghadirkan mentor-mentor andal dan profesional yang diseleksi secara ketat, kegiatan Coding Mum yang mulai dilaksanakan pada 2016, telah dianggap sukses dan berhasil meluluskan lebih dari 300 peserta. Ia menambahkan bahwa pelatihan itu juga merupakan bagian dari skenario besar yang dilakukan Bekraf dalam rangka mencapai sasaran strategis dalam upaya menyerap tenaga kerja sektor ekonomi kreatif, sehingga mampu mencapai target 17 juta orang pelaku ekonomi kreatif di tahun 2019.

Setelah Manado, kata dia, kegiatan Coding Mum juga sedang dan akan diselenggarakan di beberapa kota lainnya yaitu, Surabaya, Samarinda, Batam, Sorong, Pontianak, Lampung dan Palembang.

Sedangkan di luar negeri, kegiatan ini rencananya akan diselenggarakan di Kuala Lumpur, Singapura, Bandar Sri Begawan, Hong Kong, Shanghai dan Seoul.

Bekraf adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf.

Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, busana, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.



Sumber: ANTARA
CLOSE