LSI: PDIP Partai Teratas

LSI: PDIP Partai Teratas
Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah), bersama sejumlah pengurus DPP menemui kader partai usai menghadiri pengambilan no urut parpol peserta pemilu 2019 di Jakarta, 18 Februari 2018. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao / SP/Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / AO Selasa, 8 Mei 2018 | 17:08 WIB

Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan ada tiga partai yang tingkat elektabilitas tinggi dibandingkan partai lain. LSI mengkategorikan tiga partai ini dalam divisi utama. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih menjadi partai teratas.

"Tiga partai ini adalah PDIP, Partai Golkar, dan Partai Gerindra. Ini masuk divisi utama dan akan berebut nomor satu, meskipun PDIP masih tertinggi," ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa saat memaparkan hasil survei lembaganya di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Selasa (8/5).

Survei LSI Denny JA dilakukan terhadap 1.200 responden dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Wawancara dilakukan pada pada 28 April hingga 5 Mei 2018. Metode pengambilan sampel adalah multistage random sampling. Sementara itu, margin of error sebesar plus minus 2,9%.

Dalam survei tersebut, elektabilitas PDIP berada pada angka 21,7%, disusul Partai Golkar 15,3%, dan Partai Gerindra 14,7%. Elektabilitas ketiga partai ini tinggi karena faktor tokoh dan program. "Jadi, PDIP karena faktor Jokowi, Gerindra karena faktor Prabowo, dan Golkar karena faktor programnya," kata dia.

Selain kategori divisi utama, LSI juga membuat kategori divisi partai menengah, divisi bawah, dan devisi nol koma. Divisi menengah merupakan partai yang elektabilitasnya tidak mencapai 10%. "Yang masuk divisi menengah adalah PKB dengan elektabilitas 6,2% dan PArtai Demokrat dengan elektabilitas 5,8%," kata dia.

Sementara, partai divisi bawah merupakan partai yang memiliki elektabilitas di bawah 5%, yakni PAN sebesar 2,5%, Partai Nasdem 2,3%, Partai Perindo 2,3%, PKS 2,2%, dan PPP 1,8%. "Terakhir adalah divisi paling bawah, yakni divisi nol koma. Partai-partainya adalah Partai Hanura 0,7%, PBB 0,4%, Partai Garuda 0,3%, PKPI 0,1%, PSI 0,1%, dan Partai Berkarya 0,1%," kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE