Ribuan Kader Nasdem Gelar Apel Siaga Hadapi Aksi Teror

Ribuan Kader Nasdem Gelar Apel Siaga Hadapi Aksi Teror
Ketua DPP bid. Hubungan Antar Daerah Partai NasDem Syahrul Yasin Limpo memimpin apel siaga nasional Partai NasDem di DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta, Senin 14 Mei 2018. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao / SP/Joanito De Saojoao )
Yeremia Sukoyo / AO Senin, 14 Mei 2018 | 20:56 WIB

Jakarta - Rentetan peristiwa teror yang terjadi beberapa hari belakangan membuat seluruh seluruh elemen masyarakat bergerak menyatakan perang dan penolakan terhadap segala aksi terorisme. Salah satunya dilakukan ribuan kader Partai Nasdem yang berkumpul untuk menyatakan sikap, komitmen, dan keprihatinan atas apa yang sudah terjadi beberapa hari belakangan ini di Indonesia.

Sekitar 1.500 kader Partai Nasdem menggelar "Apel Siaga Melawan Terorisme" di halaman kantor DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (14/5). Selain di kantor DPP Paatai Nasdem, Apel Siaga juga dilakukan di 34 provinsi. Instruktur apel Ketua DPP bidang Otonomi Daerah Partai Nasdem, Syahrul Yasin Limpo yang juga mantan gubernur Sulsel, menjelaskan, apa yang dilakukan Partai Nasdem adalah bagian dari komitmen nasional partai untuk menjaga kehidupan bangsa dan bernegara.

"Nasdem akan selalu bersama-sama dengan aparat negara lainnya untuk menyatakan sikap yang secara jelas menghadapi radikalisme dan terorisme yang terjadi akhir-akhir ini," kata Syahrul di Jakarta, Senin (14/5). Menurutnya, apel siaga dilakukan untuk menyatakan keprihatinan dan sekaligus untuk menyatakan bahwa bangsa Indonesia tidak takut kepada teroris.

"Partai Nasdem bersama-sama dengan aparat negara siap menjaga ketenteraman kedamaian yang ada," ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, DPP Partai Nasdem juga keluarkan beberapa pernyataan sikap resmi, di antaranya Partai Nasdem mengecam segala bentuk terorisme dan aksi radikalisme yang sudah kerap terjadi.

Kemudian, aksi teror yang sudah terjadi sedemikian rupa telah memasuki relung-relung perlawanan terhadap ideologi Pancasila. Terlebih, sudah ada upaya untuk membangun proses-proses mengadu domba di kalangan antarumat beragama. "Ini bisa saja bermuara menghadap-hadapkan agama dan mengatasnamakan agama. Padahal, tidak ada agama dan budaya yang menyatakan hal itu," kata Syahrul.

Selanjutnya, DPP Partai Nasdem menyatakan bahwa apel siaga dilakukan untuk mendukung segala tindakan aparat negara, baik itu pemerintah, TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), maupun Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk dapat mengambil sikap tegas.

"Kami mendukung presiden sepenuhnya untuk mengambil langkah-langkah yang efektif untuk menghadirkan bentuk-bentuk pencegahan, bahkan tindakan represif sekali pun," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan