Densus Tangkap Terduga Teroris di Medan

Densus Tangkap Terduga Teroris di Medan
Ilustrasi. ( Foto: Antara )
Arnold H Sianturi / JAS Rabu, 16 Mei 2018 | 08:13 WIB

Medan - Densus 88 kembali meringkus dua terduga teroris dari Simpang Sei Siskambing kawasan Sekip, Kecamatan Medan Petisah dan Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan. Densus menyita sejumlah barang bukti.

Berdasarkan informasi yang diperoleh SP, Rabu (16/5), kedua terduga teroris yang ditangkap itu adalah Muhammad Yusuf Rangkuti (28) warga Jl Pukat I Gang Sekolah, Kelurahan Banten, Medan Tembung. Pria yang berprofesi sebagai ojek online diringkus dari kawasan Sei Siskambing Medan.

Tersangka kedua adalah Syafrizal Lubis (38). Penjual susu kedelai keliling ini diringkus saat baru keluar dari Masjid Ulayat di lahan Garapan Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan. Saat itu, Syafrizal mengendarai sepeda motor.

Setelah penangkapan terhadap Yusuf Rangkuti dan Syafrizal, petugas juga melakukan pengembangan ke salah satu rumah di kawasan Percut Seituan. Namun terduga teroris yang dikabarkan bernama Wahyu sudah terlebih dulu kabur sebelum petugas sampai.

Petugas kemudian menggeledah kediaman Yusuf Rangkuti di Jl Pukat I Gang Sekolah, Kelurahan Banten, Kecamatan Medan Tembung. Di rumah itu, ada ayah Yusuf Rangkuti bernama Zulfahri Rangkuti (53), ibunya yang bernama Zarana (53).

Selain itu, dua orang kakaknya Afrida Rangkuti dan Syarifah Rangkuti, serta empat orang adiknya masing-masing Syahnum Rangkuti, Fitriana Rangkuti, Umiati Rangkuti, Nuraini Rangkuti, juga menyaksikan penggeledahan tersebut. Adapun barang bukti yang diamankan berupa kaset, buku notes warna merah berisikan foto kopi KTP dan sejumlah buku.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, Sumut dalam kondisi siaga satu dalam mengantisipasi aksi terorisme yang melakukan serangkaian teror peledakan bom di Surabaya.

"Kami sudah siapkan dua per tiga kekuatan yang ada di Polda Sumut, untuk melakukan pengamanan. Seluruh jajaran juga dilibatkan memonitor wilayah hukumnya masing - masing," ujar Kapolda Sumut dalam pertemuan dengan Muspida dan pemuka agama di Medan.

Pertemuan itu dihadiri Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Pangdam l/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo, Ketua MUI Sumut Abdullahsyah, Pangkosek Hanudnas lll Tri Bowo Budi Santoso, Danlantamal l Belawan, Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, Danlanud Suwondo, Kolenel PNB Daan Sulfi dan FKUB Sumut.

Kapolda menjelaskan, pihaknya melakukan konsolidasi kekuatan dalam menetapkan Siaga Satu itu. Setiap anggota diarahkan supaya tidak berkeliaran sendiri melainkan tetap di komando sambil menunggu arahan dan petunjuk dari pimpinannya.

"Kemudian, mereka akan disebar ke lokasi keramaian, rumah ibadah maupun kantor pemerintahan, mall, tempat hiburan, perumahan yang sifatnya perlu dijaga keamanannya. Semua lokasi itu dijaga agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan," katanya.

Kapolda mengatakan, polisi juga melakukan pengamanan ekstra ketat di setiap markas komando. Untuk di Polda Sumut, pengamanan dibuat berlapis melalui satu pintu di belakang. Sampai saat ini, keadaan masih aman terkendali," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan