Presiden Angkat 4 Staf Khusus Baru

Presiden Angkat 4 Staf Khusus Baru
Joko Widodo. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / JAS Rabu, 16 Mei 2018 | 09:49 WIB

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat empat orang sebagai staf khusus (stafsus) baru. Stafsus yang dipilih diharapkan dapat membantu Jokowi dalam sejumlah bidang.

"Tugas yang begitu banyak di lingkaran Presiden, memerlukan tambahan stafsus. Harapannya staf khusus bisa membantu Presiden," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Negara, Jakarta, Selasa (15/5).

Adapun keempat stafsus tersebut yakni Adita Irawati, Abdul Ghofarrozin, Siti Ruhaini Dzuhayatin, serta Ahmad Erani Yustika. "Tidak perlu dilantik. Mereka sudah mulai bekerja sejak hari Senin (14/5)," ujar Pramono.

Adita Irawati merupakan mantan Vice President Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Adita dipercaya sebagai stafsus bidang komunikasi. Dijelaskan Pramono, Adita bertugas untuk membenahi pola komunikasi di kementerian/lembaga (K/L).

Revitalisasi kehumasan K/L dinilai suatu keniscayaan, khususnya dalam menyesuaikan perkembangan zaman. Diungkapkan, kehumasan pada instansi pemerintah masih memakai pola lama. "Ini eranya media sosial. Kementerian/lembaga membutuhkan mereka yang memahami itu, membuat framing, membangun konten, dan sebagainya," ungkapnya.

Abdul Ghofarrozin tercatat sebagai komisaris independen PT Waskita Beton Precast Tbk. Abdul juga putra ulama kharismatik KH Muhammad Achmad Sahal.

Menurut Pramono, Abdul bertugas mendampingi Jokowi pada berbagai kegiatan keagamaan dalam negeri. Misalnya, ketika Jokowi bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren (ponpes) di daerah. Ditegaskan, Jokowi membutuhkan seseorang yang memahami ponpes.

Siti Ruhaini Dzuhayatin dikenal sebagai tokoh Islam dan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM). Siti nantinya membantu Jokowi merespons berbagai isu-isu keagamaan tingkat internasional. Untuk diketahui, Siti pernah menjabat Komisioner HAM Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Koordinator Gugus Tugas Hak Wanita dan Anak Komisi HAM OKI.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Kelembagaan di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Ahmad Erani Yustika ditugaskan menjadi stafsus bidang ekonomi. Secara khusus, Ahmad bakal memantau dana desa.

"Pak Erani adalah guru besar bidang ekonomi berlatar belakang cukup baik. Ia memahami dana desa yang setiap tahun meningkat. Ia pakar di bidang ini," tandas Pramono.