Terbukti Wanprestasi, Maybank Tolak Mediasi dengan Reliance

Terbukti Wanprestasi, Maybank Tolak Mediasi dengan Reliance
Ilustrasi MayBank Indonesia ( Foto: Istimewa )
/ YUD Rabu, 16 Mei 2018 | 22:15 WIB

Jakarta - Setelah dinyatakan wanprestasi oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) serta terbukti telah melanggar Conditional Sale and Purchase Agreement ("CSPA") dan tidak memenuhi persyaratan pendahuluan yang ditetapkan didalamnya, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank”) menolak untuk melakukan mediasi.

Untuk diketahui, telah dijatuhkan putusan arbitrase yang diberikan oleh BANI yang menguatkan sepenuhnya kasus PT Reliance Capital Management (RCM) melawan Maybank. Putusan ini sedang didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pada persidangan PN Jakarta Selatan yang digelar pada Selasa, 15 Mei 2018, proses mediasi dilakukan sesuai dengan peraturan Mahkamah Agung tentang Mediasi di Pengadilan, dalam hal ini pihak tergugat masing-masing menyampaikan bahwa akan menjalankan mediasi ini dengan itikad baik dan membuka/mendengarkan upaya perdamaian di proses mediasi ini. Namun pihak penggugat yang diwakili oleh Ibu Dhien Tjahajani – selaku legal and compliance director serta kuasa hukumnya menolak upaya perdamaian ini.

Kuasa hukum PT Reliance Capital Management (RCM) dan Anton Budidjaja, Marco Mengko dari kantor hukum Yang & Co menegaskan bahwa kliennya beritikad baik untuk mendengarkan mediasi ini namun sayangnya respon yang sama tidak ditunjukkan oleh Maybank.

“Mediator telah berulang-ulang menanyakan itikad baik penggugat untuk penyelesaian konflik secara damai ini namun pihak penggugat bersikeras untuk menolak dan meminta persidangan perkara dilanjutkan,” kata Marco, Rabu (16/5).

Dengan pertimbangan tersebut, Mediator menyatakan proses mediasi gagal karena Penggugat menutup celah perdamaian. Persidangan selanjutnya akan digelar pada 29 Mei 2018.

RCM berharap apapun hasil dari persidangan di PN Jakarta Selatan nantinya, Maybank dapat menghormati keputusan yang telah dikeluarkan BANI.

Marco kembali menekankan bahwa kliennya tidak ada sangkut pautnya dengan perselisihan antara Maybank dan BANI serta gugatan yang dilayangkan kepada kliennya tidaklah tepat. Lanjutnya, kliennya tidak ingin mengambil posisi dalam pertempuran dua BANI dan sangatlah tidak adil jika ada pihak yang menggunakan sengketa ini untuk mengganjal proses arbitrase yang telah dimenangkan oleh RCM di BANI tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com