Pembinaan Kurang, Petani Sulit Tingkatkan Penghasilan

Pembinaan Kurang, Petani Sulit Tingkatkan Penghasilan
Calon gubernur Jawa Barat Tb Hasanuddin berdialog dengan anggota kelompok tani di Kampung Pasir Bentang, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jabar, Selasa, 15 Mei 2018. ( Foto: Istimewa / Asni Ovier )
Asni Ovier / AO Rabu, 16 Mei 2018 | 22:48 WIB

Bandung - Petani seringkali hanya mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber penghasilan utama dan tidak memiliki usaha lain sebagai tambahan. Pembinaan yang kurang serta ketiadaan modal menjadi faktor utama petani hanya berfokus pada hasil tani.

Hal itu disampaikan calon gubernur Jawa Barat Tb Hasanuddin (Kang Hasan) saat mengunjungi kelompok tani di Kampung Pasir Bentang, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jabar, Selasa (15/5).

Menurut mantan anggota Komisi I DPR itu, para petani harus memiliki usaha produk turunan dari hasil tani. Oleh karenanya, Kang Hasan akan memberdayakan para petani melalui pembinaan dan pelatihan usaha. Purnawirawan jenderal TNI AD itu juga akan membuka akses permodalan bagi para petani tanpa agunan melalui BUMDes atau koperasi kelompok tani.

"Itu semua ada dalam program kami, yakni Jabar Seubeuh, agar ketika petani menunggu hasil tani, bisa menjalankan usaha lain," ujar pria yang juga berasal dari keluarga petani itu.

Kang Hasan berjanji akan terus memperjuangkan kesejahteraan para petani di Jawa Barat dengan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Salah satunya adalah program presiden Jokowi untuk memberikan izin pengolahan lahan selama 35 tahun untuk petani melalui lahan perhutani. Itu merupakan solusi bagi para petani yang tidak memiliki lahan untuk digarap.

Lahan tersebut nantinya juga bisa diwariskan kepada anak cucunya sebagai lahan garapan. "Buat saya, ini kesempatan bagi rakyat untuk mendapatkan hak tanah, tidak usah dipolitisasi, yang penting rakyat memiliki tanah,," katanya.

Koordinator Petani Jabar, Roni Usman Usmana mengatakan, di tangan Kang Hasan para petani akan mendapatkan akses yang mudah untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, terutama masalah permodalan, sebagai dasar untuk memulai usaha bagi para petani. Dengan demikian, masyarakat petani bisa lebih sejahtera.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE