Polda Jatim Minta Keluarga Ambil Jenazah Terduga Teroris

Polda Jatim Minta Keluarga Ambil Jenazah Terduga Teroris
Kondisi pasca terjadinya ledakan bom di sekitar GKI Diponegoro, Surabaya, 13 Mei 2018. ( Foto: Twitter )
Aries Sudiono / WBP Kamis, 17 Mei 2018 | 11:31 WIB

Surabaya - Polda Jatim mengimbau keluarga pelaku bom bunuh diri di gereja dan Mapolrestabes Surabaya serta Rusunawa Taman Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur segera mengambil jenazah kerabatnya. Keluarga diberi waktu maksimal tujuh hari.

"Jika tidak diambil, akan dimakamkan di tempat tertentu yang dipilih secara acak," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kamis (17/5).

Dia mengimbau kepada siapa saja yang memiliki ikatan keluarga dengan pelaku bom Sidoarjo yakni Anton Febrianto (47) beserta istrinya Puspitasari (43) dan anak lelakinya Harlyah (17), agar mengambil di RS Bhayangkara, Surabaya.

Begtu halnya pada keluarga pelaku bom Mapolresta Surabaya yakni Tri Murtiono (50) beserta isterinya Tri Ernawati (43) dan dua anaknya, serta bom gereja yakni Dita Oepriarto (47) beserta isterinya Ouji Kuswati (43) dan empat orang anaknya Yusuf Fadhil (18), Firman Halim (16), Fadilah Sari (12) dan Pamela Rizkita (9).

Frans menjelaskan, kehadiran keluarga sangat penting untuk mencocokkan DNA sehingga kelanjutan identifikasi pelaku makin jelas. Namun hingga hari ini, tidak ada satu pun anggota keluarga yang menjenguk, mengurus atau mengambil jenazah.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak bisa memaksakan kehendak warganya yang menolak memakamkan terduga teroris di tempat pemakaman umum di Surabaya. Rencana awal diperoleh informasi bahwa Dita Oepriarto bakal dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Tembokgede, Gang Kuburan, Tembok Dukuh, Surabaya. TPU tersebut letaknya tak jauh dari rumah orangtua Dita. Namun warga menolak jenazah Dita dan keluarganya dimakamkan di wilayah mereka.

Wali Kota yang akrab dipanggil Risma telah menyiapkan lahan untuk memakamkan pelaku bom bunuh diri jika tidak ada yang menerima jenazah mereka. "Nanti bisa dimakamkan di pemakaman Pemkot," ujarnya Rabu (16/5) sore.

Diberitakan sebelumnya, Dita Oepriarto melakukan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Minggu (13/5). Istrinya, Puji Kuswati bersama anaknya Fadhila Sari dan Famela Rizqita di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jalan Diponegoro. Sedangkan anak Dita yang lain, Yusuf Fadhil dan Firman Halim di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE