PBNU: Butuh Proses Panjang Jadi Teroris

PBNU: Butuh Proses Panjang Jadi Teroris
Suasana pascaserangan bom di Markas Polrestabes Surabaya, Senin, 14 Mei 2018. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / YUD Kamis, 17 Mei 2018 | 15:48 WIB

Jakarta - Ketua PBNU Bidang Hukum Robikin Emhas mengatakan bahwa proses seseorang menjadi teroris merupakan proses yang panjang. Menurut Robikin, menjadi teroris bukan hal yang mudah dan instan.

"Awalnya, mereka akan diberikan dasar-dasar ideologis oleh gurunya atau pimpinannya. dasar ideologis ini menjadi kebenaran bagi mereka," ujar Robikin di Jakarta, Kamis (17/5).

Ketika mereka menerima pendasaran ideologi sebagai kebenaran, kata dia, maka mereka menganggap kelompoknya paling benar dan kelompok lain salah. Persoalannya, menurut dia, pendasaran ideologi tersebut tidak benar dan cenderung menggunakan pendekatan kekeerasan.

"Setelah itu, mereka menjadi radikal, ekstrim dan pada akhirnya menjadi teroris dengan dasar pemahaman agama yang salah," tandas dia.

Yang jelas, kata Robikin, semua agama tidak ada yang membenarkan kekerasan. Tindakan teror, apapun bentuknya, pasti ditolak oleh semua agama.

"Jika ada yang melakukan teror, itu bukan atas dasar agama. Tetapi, mungkin atas dasar kepentingan kelompok tertentu yang ingin menghancurkan wajah Islam dan Indonesia," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com