Polisi Dalami Buletin Digital Al Fatihin

Polisi Dalami Buletin Digital Al Fatihin
Tentara Irak menurunkan spanduk Islamic State (IS) atau ISIS. ( Foto: AFP )
Farouk Arnaz / HA Kamis, 17 Mei 2018 | 16:27 WIB

Jakarta — Mabes Polri angkat bicara soal buletin Al Fatihin. Buletin berbahasa Indonesia yang diklaim diterbitkan dari Daulah Islamiyah dalam versi digital itu mengangkat cerita tentang pengeboman di Surabaya.

Menurut penulisnya, bom di gereja dan kantor polisi di Surabaya itu adalah jihad yang sah dan benar menurut Islam. Mereka menyebut yang menghalangi jihad ala mereka itu sebagai kaum murtad.

“Sementara kita masih dalami semuanya nanti kita akan berikan informasi selanjutnya,” kata Kabag Pensat Polri Kombes Yusri Yunus di Mabes Polri, Kamis (17/5).

Buletin ini juga diketahui telah dicetak dan tersebar di beberapa daerah di Jawa Barat, sehingga dikhawatirkan bisa mempengaruhi banyak orang.

Sebelumnya, pada 20 Juni 2016 lalu, buletin semacam ini juga diterbitkan ISIS dalam bahasa Melayu, kemudian berhenti terbit selama hampir dua tahun dan kemudian muncul lagi termasuk kini dalam bahasa Indonesia.

Di Indonesia buletin ini memakai tagline “Surat Kabar Mingguan Berbahasa Indonesia, Diterbitkan Dari Daulah Islam”. Yang terbit saat ini adalah edisi ke-10.

Seperti yang dilihat redaksi, isi buletin itu banyak menganjurkan pembunuhan, termasuk terhadap Muslim yang dinilai murtad menurut versi mereka.

Kata "bunuh" dan "darahnya halal" banyak ditemukan dalam terbitan itu, sehingga lebih mencerminkan sekte sesat daripada konten religius.

Dari gaya bahasanya, penulis buletin itu tampaknya orang terpelajar dan berpengalaman menulis.



Sumber: BeritaSatu.com