Densus 88 Tangkap 23 Terduga Teroris di Jawa Timur

Densus 88 Tangkap 23 Terduga Teroris di Jawa Timur
Ilustrasi Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penangkapan terduga teroris. ( Foto: Antara/Muhammad Iqbal )
Aries Sudiono / FMB Jumat, 18 Mei 2018 | 10:01 WIB

Surabaya - Densus 88 Antiteror bersama Gegana Brimob dan Ditreskrim Polda Jatim hingga Kamis tadi malam sudah menangkap 23 terduga teroris, satu orang di antaranya menyerahkan diri sebelum digerebek. Penyisiran terus dilakukan pascaterkuaknya jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), yang menjadi pelaku bom bunuh diri (bomber) Surabaya dan Sidoarjo.

“Ada 23 penangkapan, di antaranya satu menyerahkan diri. Kami mengimbau untuk terduga teroris lainnya segera menyerahkan diri dari pada akan kita kejar,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin yang dikonfirmasi melalui Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (18/5). Penangkapan itu dilakukan tim gabungan Densus 88, di-back-up Brimob dan Ditreskrim secara berurutan di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Malang, Kota Probolinggo dan Kabupaten Mojokerto.

Menurut dia, untuk penyisiran berikutnya, terutama untuk menangkap gembong teroris bersenjata api, Densus 88 dan Brimob Polda Jatim nantinya akan dibantu anggota TNI yang tergabung dalam Kopasusgab. “Kita koordinasikan bersama Pangdam V/Brawijaya untuk pelaksanaannya nanti,” ujarnya sambil menambahkan harapannya agar mereka yang sedang diburu sebaiknya menyerahkan diri. Situasi kamtibmas di Surabaya khususnya dan Jatim umumnya, kini sudah berangsur-angsur kembali normal, tandas Kapolda.

Pada bagian lain Kombes Pol Frans Barung Mangera menambahkan, bahwa penembakan terhadap teroris Hari Sudarwanto, aktor aksi penyerangan Mapolda Riau, merupakan suami dari Ny. Fitri, yang tidak lain adalah kakak perempuan dari teroris Budi Satriyo, sosok pengumpul dana JAD Jatim yang ditembak mati Densus 88 Antiteror di Perum Puri Maharani, Kwadengan, Kelurahan Lemahputro, Sidoarjo beberapa waktu yang lalu karena melakukan perlawanan.

Jasad Budi Satriyo, Jumat (18/5) hari ini menurut Kombes Pol Frans Barung Mangera dijadwalkan akan diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Delta Praloyo Lingkar Timur Sidoarjo. “Bersamaan dengan jenazah bomber yang lain yang totalnya ada 13 orang, hari Jumat ini kita harapkan bisa diserahkan ke ahli waris atau kerabatnya untuk dimakamkan,” katanya. Jenazah bomber Puji Kuswati (43) beserta suaminya Dita Oepriarto (47) dan keempat anaknya serta Budi Satriyo mengalami penundaan setelah sebelumnya direncanakan akan diserahkan kepada kerabatnya, Kamis (17/5) sore kemarin.

Sementara itu Densus 88 Antiteror menangkap dua pria terduga teroris di sebuah rumah Dusun Betro Barat, RT-02/RW-03 Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Kamis (17/5) sore. Kedua orang yang ditangkap adalah bapak dan anak, bernama Sutrisno (52) dan Lutfi (27). Petugas juga menggelandang kedua isteri terduga teroris guna dimintai keterangan di Mapolsek Gedek. Mereka diduga sebagai pengikut fanatik JAT.

“Ya, ada dua ibu beserta dua anak-anak diperiksa di Mapolsek Gedek,” ujar Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono. Dari rumah terduga teroris itu petugas mengamankan 28 buku terkait ajarah jihad ekstrem. Tidak ada bom maupun bahan-bahan lain untuk merakit bom, tandas Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polresta Mojokerto AKP Suharyono.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE