Gusnan Mulyadi Dilantik Sebagai Plt Bupati Bengkulu Selatan

Gusnan Mulyadi Dilantik Sebagai Plt Bupati Bengkulu Selatan
Gusnan Mulyadi (kiri) setelah dilantik sebagai Plt Bupati Bengkulu Selatan oleh Plt Bupati Bengkulu, Rohidin Mersyah. ( Foto: Istimewa )
Usmin / JAS Jumat, 18 Mei 2018 | 09:48 WIB

Bengkulu - Gusnan Mulyadi, Kamis (17/5), dilantik Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sebagai pelaksana tugas (plt) Bupati Bengkulu Selatan, menyusul bupati setempat, Dirwan Mahmud ditangkap KPK dalam kasus dugaan menerima fee proyek dari kontraktor.

Plt Gubernur Rohidin Mersyah meminta Gusnan dapat mengemban tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, serta memastikan kegiatan dan aktifitas pemerintahan di Bengkulu Selatan berjalan sebagaimana mestinya.

Selain itu, Rohidin juga meminta kepada Plt Bupati Bengkulu Selatan agar kegiatan pelayanan masyarakat berjalan lancar seperti biasa, penetapan aturan atau regulasi serta kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

"Saya minta hal yang disampaikan tersebut, dapat berjalan baik di Bengkulu Selatan, sehingga roda pemerintahan tidak ada permasalahan dan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan," ujarnya.

Plt Gubernur Bengkulu juga meminta Gusnan untuk menjaga keharmonisan, rasa kebersamaan dan semangat kekeluargaan, serta dapat menjadi orangtua di pemerintahan dan orangtua di tengah masyarakat Bengkulu Selatan.

Karena itu, Plt Bupati Bengkulu Selatan secepatnya melakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat, pimpinan Ormas untuk membangun komunikasi, sehingga roda pemerintahan di daerah ini berjalan kancar.

Seperti diketahui Gusnan Mulyadi ditunjuk sebagai Plt Bupati Bengkulu Selatan, karena bupati setempat, Dirwan Mahmud ditahan KPK karena terkena OTT dalam kasus dugaan kasus suap fee proyek.

Bupati Dirwan Muhmud dan istri serta orang lainnya ditangkap Tim KPK di rumah kediaman pribadinya di Kota Manna, Bengkulu Selatan. pada Selasa (15/5) malam. Dalam kasus OTT itu, petugas KPK berhasil mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp 75 juta.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE