Terjerat Kasus Narkoba, Mantan Wakil Ketua DPRD Bali Dituntut 15 Tahun

Terjerat Kasus Narkoba, Mantan Wakil Ketua DPRD Bali Dituntut 15 Tahun
Mantan Wakil Ketua DPRD Bali, Jro Gede Komang Swastika alias Mang Jangol terancam hukuman mati atas dakwaan menjadi pengguna dan pengedar narkoba. ( Foto: Beritasatu Tv )
I Nyoman Mardika / FMB Jumat, 18 Mei 2018 | 10:21 WIB

Denpasar - Mantan Wakil Ketua DPRD Bali dari Fraksi Gerindra, Jro Gede Komang Swastika alias Jro Jangol, 41, dituntut 15 tahun penjara plus denda Rp 1 miliar terkait kasus kepemilikan narkoba jenis shabu. Tuntutan itu disampaikan dalam siding agenda tuntutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (17/5).

Salah satu pertimbangan yang memberatkannya, Jro Jangol sebagai anggota DPRD Bali yang harusnya memberi teladan bagi masyarakat, justru terjerumus jadi bandar narkoba.Tuntutan 15 tahun penjara ini diajukan Jaksa penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar dalam sidang dengan agenda penuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (18/5) sore. Dalam sidang yang digelar mulai pukul 16.00 Wita itu, JPU Dewa Narapati cs secara bergantian membacakan tuntutannya untuk terdakwa Jro Jangol.

Di hadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi, JPU Dewa Narapati cs menyatakan terdakwa Jro Jangol terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotika. Yakni, melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan satu.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 15 tahun penjara dikurangi masa penahanan,” tegas JPU Dewa Narapati dalam tuntutannya. Selain dituntut 15 tahun penjara, terdakwa Jro Jangol yang notabene pentolan salah satu ormas juga dituntut denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Menanggapi tuntutan 15 tahun penjara plus denda Rp 1 miliar tersebut, terdakwa Jro Jangol melalui pengacaranya, Iswahyudi, menyampaikan mimta waktu seminggu untuk mengajukan pledoi (pembelaan) secara tertulis. Rencananya, pledoi tersebut akan disampaikan dalam sidang lanjutan di PN Denpasar, Kamis (25/5) mendatang.

Tuntutan untuk terdakwa Jro Jangol itu sendiri sama dengan tuntutan terhadap istri pertamanya, Ni Luh Ratna Dewi, 36, yang juga jadi terdakwa kasus yang sama namun dalam berkas terpisah. Sebelumnya, Luh Ratna Dewi juga ditungtut JPU Putu Gede Suriawan cs hukuman 15 tahun penjara dalam sidang dengan agenda penuntutan di PN Denpasar, Rabu (2/5) sore. Selain dituntut 15 tahun penjara, Luh ratna Dewi juga dituntut denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Begitu dituntut, istri Jro Jangol ini langsung jatuh pingsan.

Sebelumnya diberitakan petugas Polda Bali lalu melakukan perburuan terhadap terdakwa Jro Jangol. Akhirnya, terdakwa yang saat itu masih menjabat Wakil Ketua DPRD Bali ini berhasil ditangkap polisi, 13 November 2018 malam sekitar pukul 22.15 Wita. Tim CTOC Polda Bali meringkus terdakwa di kandang sapi kawasan Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar. Selanjutnya, terdakwa menjalani penahanan khusus di sel Brimob Polda Bali kawasan Tohpati, Denpasar Timur.



Sumber: Suara Pembaruan