Ketua DPR: Pekan Depan Revisi UU Antiterorisme Rampung

Ketua DPR: Pekan Depan Revisi UU Antiterorisme Rampung
Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan pidato saat Rapat Paripurna ke-19 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 5 Maret 2018. ( Foto: Antara / Hafidz Mubarak A )
Deti Mega Purnamasari / AB Jumat, 18 Mei 2018 | 13:13 WIB

Jakarta - DPR sudah memasukkan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU Antiterorisme) ke dalam 28 rancangan undang-undang (RUU) yang akan dilanjutkan pembahasannya pda masa sidang ke-V tahun sidang 2017/2018 yang dimulai Jumat (18/5).

Ketua DPR, Bambang Soesatyo berjanji mempercepat penyelesaian revisi UU Antiterorisme bersama pemerintah agar memberikan payung dan kepastian hukum dalam pemberantasan terorisme.

"Jadi kita sudah tidak perlu lagi terkecoh dengan info-info yang simpang siur di publik, yang pasti kami DPR dan pemerintah sudah sepakat menyelesaikan UU ini pekan depan," katanya seusai rapat raripurna di gedung DPR.

Dikatakan, pembahasan RUU Antiterorisme berlangsung lebih dari lima kali bersama 16 RUU lainnya, sehingga harus segera diselesaikan. Sampai saat ini tidak ada lagi perdebatan yang tajam dan tinggal dilakukan proses harmonisasi frasa-frasa dalam RUU tersebut.

"Kalau pemerintah sudah satu sikap, satu suara, maka DPR juga akan menunjukan sikap yang sama dan pekan depan selesai," tegasnya.

Menurutnya, mayoritas fraksi di DPR sudah menyetujui poin-poin krusial, sehingga tinggal dilakukan proses harmonisasi.

"Tetapi saya tidak bisa menjamin satu atau dua kali rapat. Yang pasti bahwa satu-dua pekan ke depan bisa kita selesaikan," katanya.

Pada kesempatan itu, Bambang meminta pengamanan tempat ibadah, objek vital negara, dan sarana publik lainnya, ditingkatkan serta dilakukan secara berkelanjutan, khususnya selama Ramadan dan Idulfitri.

"Kepada masyarakat, saya mengimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi dan tidak ikut menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE