Jaksa Nilai Tak Ada Unsur Meringankan pada Aman Abdurrahman

Jaksa Nilai Tak Ada Unsur Meringankan pada Aman Abdurrahman
Aman Abdurrahman. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / JAS Jumat, 18 Mei 2018 | 13:13 WIB

Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU), membacakan sejumlah hal yang memberatkan terdakwa Aman Abdurrahman, terkait kasus terorisme sehingga menuntut pimpinan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Indonesia itu hukuman mati, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sementara, tak ada hal yang meringankan.

"Hal yang memberatkan, terdakwa merupakan residivis dalam kasus terorisme yang membahayakan kehidupan manusia," ujar JPU Mayasari, di Ruang Sidang Utama Prof H Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5).

Ia menambahkan, terdakwa adalah penggagas, pembentuk, dan pendiri Jamaah Anshorut Daulah, organisasi yang jelas-jelas menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dianggapnya kafir dan harus diperangi.

"Terdakwa adalah penganjur, penggerak kepada pengikutnya untuk melakukan jihad, amaliyah teror, melalui dalil-dalilnya sehingga menimbulkan banyak korban," ungkapnya.

Ia melanjutkan, perbuatan terdakwa telah mengakibatkan banyak korban meninggal dan korban luka berat.

"Perbuatan terdakwa telah menghilangkan masa depan seorang anak yang meninggal di tempat kejadian dalam kondisi cukup mengenaskan dengan luka bakar lebih 90 persen, serta lima anak mengalami luka berat yang dalam kondisi luka bakar dan sulit dipulihkan kembali seperti semula," katanya.

Dia menyampaikan, pemahaman terdakwa tentang syirik demokrasi telah dimuat di internet dalam blog www.millahibrohim.wordpress yang ternyata dapat diakses secara bebas sehingga dapat memengaruhi banyak orang.

"Sedangkan hal yang meringankan, menurut kami tidak ditemukan hal-hal yang meringankan dalam perbuatan terdakwa," tandasnya.

Sebelumnya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU), menuntut terdakwa Oman Rochman alias Aman Abdurrahman terkait kasus terorisme dengan hukuman mati, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Oman Rochman alias Aman Abdurrahman alias Abu Sulaeman, dengan pidana mati," kata JPU Anita.

Aman diduga sebagai aktor di balik pengeboman di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, tahun 2016 lalu. Selain itu, dia juga terlibat kasus teror Bom Gereja Oikumene di Samarinda tahun 2016, Bom Kampung Melayu Jakarta Timur tahun 2017, serta dua penyerangan terhadap polisi di Medan dan Bima tahun 2017.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE