Kemkominfo Blokir Buletin Al Fatihin di Dunia Maya

Kemkominfo Blokir Buletin Al Fatihin di Dunia Maya
Menkominfo Rudiantara melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat, 18 Mei 2018. ( Foto: Beritasatu Photo/Herman )
Herman / FER Jumat, 18 Mei 2018 | 15:40 WIB

Jakarta - Menyusul terjadinya aksi teror di beberapa kota di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terus meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran konten terkait radikalisme dan terorisme, khususnya di dunia maya.

Salah satu yang menjadi perhatian Kemkominfo adanya perihal penyebaran buletin digital Al Fatihin yang meresahkan melalui berbagai platform online. Buletin berbahasa Indonesia yang diklaim diterbitkan dari Daulah Islamiyah dalam versi digital itu pada edisi ke-10 mengangkat cerita tentang pengeboman yang terjadi di Surabaya.

Menkominfo, Rudiantara menyampaikan, hingga Jumat (16/5) dini hari, puluhan buletin Al Fatihin dalam berbagai versi yang beredar di dunia maya telah diproses oleh Kemkominfo. Konten tersebut paling banyak tersebar melalui aplikasi instant messenger, video file sharing, dan juga lewat situs.

"Untuk yang tersebar di dunia maya, sudah ada puluhan yang kami proses dan dilakukan pembemblokiran. Namun untuk yang versi cetak, penangannya tidak bisa kami lakukan karena pendekatannya harus seperti waktu penanganan Tabloid Obor," kata Rudiantara usai Upacara Tabur Bunga, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat (18/5).

Menurut Rudiantara, dengan adanya aturan registrasi kartu prabayar, hal tersebut sebetulnya bisa memudahkan kerja pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dalang penyebaran buletin digital tersebut.

"Dengan adanya registrasi prabayar, kalau ada yang menyebarkan, sekarang kan bisa ketahuan siapa yang punya nomor tersebut, jadi lebih gampang penegakan hukumnya," ujar Rudiantara.



Sumber: BeritaSatu.com