Diresmikan Megawati, PDIP Bangun Masjid At Taufiq

Diresmikan Megawati, PDIP Bangun Masjid At Taufiq
Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid At Taufiq, di seberang kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Juni 2018.. ( Foto: Istimewa / Asni Ovier )
Asni Ovier / Markus Junianto Sihaloho / AO Jumat, 8 Juni 2018 | 22:10 WIB

Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid At Taufiq, di seberang Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (8/6).

Turut hadir dalam acara itu, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Wakil Sekjen yang juga Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Wakil Sekjen yang juga Wakil Ketua DPR Utut Adianto, Wakil Sekjen Eriko Sotarduga, dan jajaran DPP PDIP. Hadir pula Ketua DPP PDIP yang juga Ketua Umum Bamusi Hamka Haq, Sekretaris Umum Bamusi Falah Amru, serta beberapa menteri Kabinet Kerja di antaranya Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna H Laoly, dan Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga.

Puan Maharani mewakili keluarga besar almarhum Taufiq Kiemas dalam sambutannya mengungkapkan, pembangunan masjid di area kantor PDIP Lenteng Agung merupakan inisiatifnya. Beberapa waktu setelah ayahnya, Taufiq Kiemas meninggal dunia, Puan menyampaikan idenya itu kepada ibunya, Megawati Soekarnoputri. "Saya sampaikan ke Ibu, ini di depan kantor biasanya untuk parkir dan bazar. Saya usulkan, mengapa tidak dibangun saja masjid di sini," kata Puan.

Atas usulan itu, kata Puan, Megawati langsung menyetujuinya. Puan menyatakan, dengan dibangun masjid, ke depan selain bisa untuk sarana ibadah yang representatif, juga bisa digunakan untuk berbagai kegiatan sosial. Karenanya, dalam desain pembangunan, di lantai satu dibangun aula yang bisa memuat hingga 1.000 orang. Nantinya, aula tersebut bisa untuk berbagai kegiatan sosial, termasuk juga untuk acara resepai pernikahan. Kemudian untuk tempat shalat ada di lantai dua.

"Karena, sekarang ini, mushalah tidak cukup menampung. Juga, misalnya, ketika shalat id, saya melihat belum representatif. Makanya, ini saya sampaikan kepada Ibu Mega. Waktu saya sampaikan, Ibu Mega bilang, 'ya sudah, kamu yang urus'," ujar Puan.

Menurut Puan, semenjak niat membangun masjid yang kemudian diberi nama At Taufiq, ada beberapa kendala sehingga baru bisa dilakukan kali ini, bertepatan dengan peringatan lima tahun wafatnya alm Taufiq Kiemas. "Tahun ini kita mulai, tahun depan sudah berdiri masjid ini," tukas Puan.

Ke depan, ketika sudah jadi dan beraktivitas, Masjid At Taufiq dikelola oleh Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi). Puan juga menyampaikan bahwa soal pembangunan Masjid At Taufiq ini telah disampaikan ke Presiden Joko Widodo yang menyambut secara positif pembangunan mesjid di depan kantor DPP PDIP itu.

Ahmad Basarah yang dipercaya sebagai Ketua Panitia Pembangunan Masjid At Taufiq dalam laporannya menyampaikan, ide awal pembangunan Masjid At Taufiq memang dari keluarga besar Megawati. Kemudian, atas berbagai masukan, namanya adalah At Taufiq. Selain untuk mengenang nama alm Taufiq Kiemas, nama itu juga mempunyai makna limpahan Allah, pertolongan, atau petunjuk.

"Masjid ini nantinya menjadi sarana agar mendapatkan petunjuk, bimbingan, dalam menjalankan perintaj Sang Khaliq, dalam perjuangan mewujudkan Indonesia Raya dalam wadah NKRI," kata Basarah.

Dengan dibangunnya Masjid At Taufiq ini, lanjut Basarah, juga sekaligus sebagai sarana dan wadah perjuangan PDIP untuk turut serta menghadirkan Islam Nusantara yang berkemajuan untuk Indonesia Raya. Semangat itu merupakan kombinasi dari semangat NU, yakni Islam Nusantara, dan semangat Muhammadiyah, yakni Islam Berkemajuan.



Sumber: BeritaSatu.com