Menteri LHK Minta Pemda Awasi Pengelolaan Limbah Medis

Menteri LHK Minta Pemda Awasi Pengelolaan Limbah Medis
Siti Nurbaya. ( Foto: Antara / Sigid Kurniawan )
/ FER Rabu, 13 Juni 2018 | 20:44 WIB

Karawang - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, menyatakan, pengelolaan limbah medis di kabupaten atau kota di seluruh Indonesia cukup memprihatinkan.

"Jadi, kami meminta pemerintah daerah (Pemda)mengawasi pengelolaan limbah medis di daerahnya masing-masing," katanya usai melakukan pengecekan sampah mudik di rest area kilometer 57 Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (13/6).

Siti Nurbaya mengatakan, saat ini kondisi penanganan limbah medis bisa dikatakan darurat, karena banyaknya pusat kesehatan di Indonesia tidak sebanding dengan jumlah perusahaan pengelolaan limbah medis.

"Ini sudah sangat darurat dan penanganannya agak khusus. Kita tahu dari satu jenis saja, limbah medis ini sangat berbahaya. Ada yang bekas diabetes, HIV dan penyakit lainnya," kata dia.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sendiri, kata Siti Nurbaya, telah meminta empat perusahaan produsen semen untuk membantu melakukan pemusnahan limbah medis selama tahun 2018. Keempat perusahaan itu adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Holcim Indonesia Tbk, PT Semen Padang, dan PT Cemindo Gemilang.

"Saya meminta Pemda dan rumah sakit untuk berhubungan langsung dengan empat perusahaan itu. ngin saya untuk pemusnahan ini gratis. Pihak rumah sakit tinggal membayar jasa transportasinya saja," kata dia.

 



Sumber: ANTARA
CLOSE