Kendaraan Pemudik di Jembatan Kali Konto 1 Batang Merayap

Kendaraan Pemudik di Jembatan Kali Konto 1 Batang Merayap
Jembatan Kali Kunto di Batang, Jawa Temgah, yang sedang dalam penyelesaian pembangunan, dan dilalui pemudik. ( Foto: Beritasatu Photo / Gardi Gazarin )
Gardi Gazarin / WBP Kamis, 14 Juni 2018 | 15:59 WIB

Batang - Kendaraan pemudik tampak merayap di sekitar pembangunan proyek Jembatan Kali Konto 1 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Pantauan langsung SP di lokasi jembatan tersebut, Kamis (14/6) sekitar pukul 15.00 WIB, seluruh mobil harus antre dan berjalan perlahan di sepanjang ruas jalan terutama di jalur jembatan yang sedang dibangun tersebut. Tampak petugas gabungan Polres dan Dinas Perhubungan Batang siaga selama 24 jam di area tersebut.

Namun lepas dari Jembatan Kali Konto arah Weleri sampai Semarang, kendaraan lebih lancar dengan kecepatan 40-60 kilometer (km) per jam mellaui tol fungsional sehingga mempersingkat perjalanan pemudik.

Pembangunan secara bertahap jalan tol Jakarta -Surabaya sampai jelang Idulditri ini menjadi harapan bagi warga agar lebih efektif menggunakan transportasi darat.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Chondro Kirono telah menginstruksikkan sejak dini kepada jajarannya untuk meningkatkan pelayan dan pengamanan mengingat wilayah Jawa Tengah pada setiap mudik Lebaran menjadi perlintasan strategis kendaraan antarpropinsi di Pulau Jawa.

Kapolda memberikan tips aman untuk pemudik saat melewati Jembatan Kali Kunto dan tanjakan Jembatan Kali Kenteng, Susukan, Kabupaten Semarang. Pemudik diharapkan mematuhi rambu lalu lintas dan sesuai arahan petugas. "Harus dipastikan kendaraan laik jalan," kata dia Kamis (14/6).

Jika akan lewat Jembatan Kali Kenteng, diseleksi di depan gate fungsional ruas Salatiga-Kartasura. Jika tidak layak, kita kembalikan lewat Jalan Tingkir. Gunakan kendaraan yang sesuai dan laik jalan," ujar Condro.

Tips berikutnya, lanjut Kapolda, pengemudi harus terampil dan dibekali SIM.

Soal kemiringan tanjakan di Jembatan Kali Kenteng dia mengatakan di bawah 10 derajat. "PT Waskita Karya (selaku kontraktor) sudah profesional elevasinya di bawah 10 derajat, 7,5 derajat elevasinya jadi aman," kata dia.

Memang lebar jalan di tanjakan ini tidak bisa dilalui dua kendaraan langsung. "Sekarang masih satu lajur, saat di bawah petugas sudah menyampaikan rambu yang ada. Misalnya masuk gigi 1 atau gigi rendah, kemudian berhati-hati satu per satu," kata Condro.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE