7 WNA Asal Tiongkok Ditangkap di NTT

7 WNA Asal Tiongkok Ditangkap di NTT
Ronny F Sompie. ( Foto: Antara )
Gardi Gazarin / WBP Kamis, 14 Juni 2018 | 21:32 WIB

Jakarta - Tujuh warga negara asing (WNA) diduga asal Tiongkok tanpa memiliki dokumen Imigrasi sah, diamankan Direktorat Polairud Polda NTT, Kamis (14/6). Selanjutnya ketujuh WNA tersebut diserahkan Kantor Imigrasi Kelas I Kupang NTT.

"Benar kami telah menerima 7 WNA diduga asal Tiongkok, diserahkan oleh Polairud Polda NTT, dan mereka tak memiliki dokumen Imigrasi yang sah," ujar Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie kepada SP Kamis malam (14/6).

Ronny menjelaskan penangkapan itu berlangsung Kamis dinihari sekitar 04.00 Wita. Awalnya diamankan sebuah perahu tanpa nama di perairan Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT. Perahu mengangkut tujuh WNA yang semuanya laki-laki. Tatkala ditemukan, perahu dalam keadaan habis bahan bakar minyak (BBM). Diperkirakan mereka dikembalikan pihak Australia karena memasuki wilayah negara itu tanpa dokumen yang sah.

"Petugas mendapatkan informasi dari warga Tablolong bahwa ada sejumlah orang yang mencurigakan naik kapal yang sedang lego jangkar di depan pantai wisata Tablolong. Petugas pun bergerak menuju lokasi kejadian di perairan pantai wisata Tablolong, dan berhasil mengamankan ketujuh WNA," kata dia.

Nama ketujuh WNA itu adalah Wu Zheng Yin, Fang Min, Chen Chunlin, Fu Zedong, Liangyi Hu, Yin Guoguang, dan Zheng Min. Ronny mencatat ketujuh WNA diduga asal Beijing itu tidak bisa berbahasa Inggeris.

Selain tujuh WNA Tiongkok, ada tiga anak buah kapal (ABK) asal Indonesia, yang membantu mereka. Adapun ABK tersebut berhasil melarikan diri dengan cara berenang ke darat. Ditambahkan Ronny, ada dugaan keterlibatan WNI yang menjadi awak kapal pembawa para imigran gelap tersebut.

Ronny menjelaskan, ketujuh WNA tersebut tidak bisa menjelaskan proses sampai mereka berada di tempat kejadian perkara (TKP) karena keterbatasan bahasa.

Tindakan yang dilakukan Imigrasi, kata Ronny, memastikan informasi dari masyarakat Tablolong tentang keberadaan orang asing itu. Kedua, meminta bantuan KP Turangga dan KP Flobamora untuk mengamankan dan mengawal sampai dermaga Ditpolairud Polda NTT. Ketiga, mendata asal negara ketujuh imigran, dan menyerahkan mereka ke Kantor Imigrasi Kupang lalu menitipkan di Rudenim Kupang.

Ronny menegaskan, ketujuh WNA itu agar diproses sampai ke pengadilan dengan kasus illegal migrant. "Satu kapal sebagai barang bukti disita untuk kepentingan penyelidikan," katanya.

Untuk mencegah perbuatan serupa di kemudian hari, Ditjen Imigrasi memerintahkan tindakan tegas terhadap semua orang asing yang tak memiliki dokumen keimigrasian yang sah, dan juga para WNI yang membantu mereka dengan cara ilegal. "Harus diungkap siapa sindikat perdagangan orang yang terlibat di dalamnya," ujar Ronny.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE