Tinggalkan Keburukan Selama Mudik

Tinggalkan Keburukan Selama Mudik
Sejumlah calon penumpang menunggu bus di ruang tunggu, Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, 10 Juni 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Yustinus Paat / AO Jumat, 15 Juni 2018 | 00:19 WIB

Jakarta - Suasana mudik lebaran diharapkan tidak dicemari ketegangan apalagi permusuhan karena perbedaan pandangan politik. Momen mudik diharapkan dipenuhi orang-orang yang saling berbagi kebaikan dan kebahagiaan.

Ketua DPP Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo mengatakan, salah satu tujuan mudik adalah mencari kebahagiaan, karena bisa berkumpul dengan keluarga besar dan kenalan lama untuk berbagi kebahagiaan. “Idulfitri ini anugerah luar biasa karena jutaan orang bisa berkumpul kembali dalam kebahagiaan dan kebaikan,” kata Syahrul di Jakarta, Kamis (14/6).

Suasana bahagia dan baik itu, kata dia, seyogyakan tidak dirusak oleh hal-hal yang bisa memicu ketegangan atau perpecahan. Selama mudik, dia menganjurkan agar masyarakat menceritakan hal-hal yang baik-baik saja, yang menyenangkan, membesarkan kasih, dan mempererat silahturahmi.

"Tidak enak sekali kalau kumpul-kumpul malah berujung saling membenci karena ada yang memaksakan pandangan atau pendapatnya,” ungkap dia. Syahrul mengatakan, memang ada sejumlah oknum mengajak para pemudik untuk menceritakan hal-hal negatif dari pemerintahan sekarang. Ada pula ajakan untuk menyebarkan hal-hal yang tidak jelas kebenarannya.

“Jangan sia-siakan puasa dan nuansa Idulfitri dengan menyebarkan hal yang tidak jelas kebenarannya. Hal itu sama saja berbohong. Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sangat tidak suka pembohong,” tutur dia. Dia meyakini, lebih banyak orang yang memilih membahas hal baik dan fokus pada hal-hal yang membahagiakan selama dan setelah mudik.

“Kalau bisa, setelah mudik, lanjutkan kebiasaan untuk berbagi kebaikan dan menghentikan iri dengki oleh alasan yang tidak jelas,” kata dia. Syahrul menyebutkan, Indonesia salah negara yang pengalaman Islamnya dikagumi banyak negara lain. Indonesia terbukti sukses mengamalkan Islam. Dunia internasional mempercayai Indonesia karena di sini Islam bisa berdampingan dengan demokrasi.

Islam menjadi salah satu modal utama Indonesia untuk maju dan semakin Berjaya. Dalam berbagai kesempatan, banyak negara belajar ke Indonesia tentang cara menyandingkan Islam dan demokrasi serta pengalaman Islam yang ramah serta damai. "Banyak negara mengaku sangat ingin menimba pengalaman dari Indonesia yang menyandang dua status penting, negara berpenduduk Muslim terbanyak sekaligus salah satu dari lima besar negara demokrasi," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com