Cegah Pungli di Objek Wisata, Pemkab Kerinci Intervensi Penjualan Tiket

Cegah Pungli di Objek Wisata, Pemkab Kerinci Intervensi Penjualan Tiket
Danau Kerinci di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi salah satu objek wisata favorit bagi pengunjung mengisi libur Lebaran di Provinsi Jambi. ( Foto: Beritasatu Photo / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / JAS Jumat, 15 Juni 2018 | 08:32 WIB

Jambi - Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Kerinci terpaksa melakukan intervensi penjualan tiket dan pengelolaan parkir objek wisata selama hari raya Lebaran/Idulfitri 1439 Hijriah. Intervensi tersebut dilakukan mencegah adanya oknum-oknum petugas objek wisata yang melakukan pungutan liar (pungli) parkir dan tiket masuk objek wisata.

Kepala Disparbudpora Kabupaten Kerinci, Ardinal di Kerinci, Jumat (15/6) menjelaskan, pihaknya menyebar petugas mengawasi penjualan tiket di objek-objek wisata, khususnya di Danau Kerinci. Pengawasan itu dilakukan secara ketat agar tidak ada oknum petugas dan preman yang melakukan pungli di objek wisata.

“Selain itu kami juga memasang puluhan spanduk mengenai larangan pungli dan tarif resmi objek wisata di setiap objek wisata di Kerinci. Mudah-mudahan upaya kami ini dapat meredam aksi pungli di objek wisata. Dengan demikian para pengunjung dapat menikmati libur Lebaran dengan nyaman,” katanya.

Dikatakan, selama ini aksi pungli di objek wisata sering terjadi setiap libur Lebaran. Pungli dilakukan di lokasi parkir dengan menaikkan tarif parkir Rp 10.000-Rp 20.000 per kendaraan. Padahal tarif parkir maksimal Rp 5.000 untuk satu unit mobil dan Rp 2.000 untuk satu unit sepeda motor.

Kemudian tarif tiket masuk ke objek wisata Kerinci, termasuk Danau Kerinci sudah ditetapkan Rp 4.000 per orang untuk dewasa dan Rp 2.000 orang untuk anak-anak. Namun para petugas objek wisata masih banyak menjual tiket dengan harga Rp 5.000-Rp 10.000 per orang.

"Mudah-mudahan upaya kami mengitervensi penjualan tiket dan pengawasan parkir objek wisata ini dapat memberi kenyamanan kepada pengunjung. Tidak boleh lagi ada pengunjung tertipu ketika masuk ke objek wisata di Kerinci,” paparnya.

Tidak Naik

Sementara itu pengelola Taman Rimba (Kebun Binatang) Jambi tidak menaikkan tiket masuk selama libur Lebaran. Tiket masuk Taman Rimba Jambi di Kota Jambi tetap seperti hari biasa, Rp 5.000 per orang untuk anak-anak dan Rp 10.000 per orang untuk dewasa.

“Kami tidak menaikkan tiket masuk Taman Rimba Jambi sebagai salah satu daya tarik bagi pengunjung. Selain itu tiket murah tersebut kami harapkan dapat meringankan beban pengunjung yang berkunjung secara rombongan ke Taman Rimba Jambi,” kata Kepala Seksi Konservasi dan Humas UPTD Taman Rimba Jambi, Tommy Gusnadi, kepada Suara Pembaruan di Kota Jambi, Kamis (14/6).

Menurut Tommy, pihaknya menargetkan jumlah pengunjung Taman Rimba Jambi selama libur Lebaran hingga 200.000 orang. Target tersebut cukup realistis karena berdasarkan pengalaman libur Lebaran tahun lalu, jumlah pengunjung Taman Rimba Jambi rata-rata 20.000 orang per hari.

Dikatakan, puncak kunjungan wisata ke Taman Rimba Jambi bakal terjadi H + 1 hingg H + 2 Lebaran, Sabtu – Minggu (16 – 17/6). Jumlah pengunjung ke objek wisata bernuansa lingkungan itu Sabtu hingga Minggu diperkirakan bisa mencapai 50.000 orang.

“Kunjungan wisata ke Taman Rimba juga bakal tetap tinggi hingga H + 9 Lebaran, Minggu (24/6) karena masih libur panjang dan libur sekolah. Jadi kami optimis bisa menggaet pengunjung hingga 200.000 orang selama libur lebaran ini,” ujarnya. [141]



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE