Megawati dan Said Agil Rayakan Puncak Haul Bung Karno di Blitar

Megawati dan Said Agil Rayakan Puncak Haul Bung Karno di Blitar
Megawati Soekarnoputri tiba di Bandara Abdurrachman Saleh, Malang, Rabu 20 Juni 2018 sebelum melanjutkan perjalanan ke Blitar, untuk merayakan puncak Haul Bung Karno. Megawati disambut Cucu Bung Karno sekaligus Calon Wagub Jatim, Puti Guntur Soekarno (jilbab hijau), bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wasekjen Ahmad Basarah, dan Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi. ( Foto: Beritasatu Photo / Markus Sihaloho )
Markus Junianto Sihaloho / WBP Rabu, 20 Juni 2018 | 17:12 WIB

Malang- Soekarnois dan Nahdlatul Ulama (NU) akan kembali bersama-sama merayakan puncak hari ulang tahun (haul) Bung Karno (BK) yang dipusatkan di Kompleks makam Soekarno di Blitar, Jawa Timur, Rabu (20/6).

Presiden RI kelima yang juga putri kandung Soekarno, Megawati Soekarnoputri, bersama Ketua Umum PB NU, KH Said Agil Siradj hadir bersama. Keduanya ditemani cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno yang merupakan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur yang diusung PDI Perjuangan berpasangan dengan Saifullah Yusuf, kader NU dan diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Megawati mendarat di Bandara Abdurrachman Saleh, Malang, sebelum berangkat ke Blitar. Dia disambut jajaran petinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan seperti Sekjen Hasto Kristiyanto dan Wasekjen Ahmad Basarah.

Sejumlah pejabat negara yang akan ikut merayakan haul Bung Karno juga ikut menyambut di antaranya Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa perayaan haul Bung Karno ini adalah tradisi lama yang sudah hidup di masyarakat. Pada tahun lalu, perayaan yang sama dihadiri Megawati dan Said Agil Siradj.

Dari seluruh dokumen sejarah perjuangan bangsa, kelompok nasionalis dan religius selalu berjalan bersama. Bahkan NU merupakan salah satu titik kekuatan penopang NKRI yang berpancasila. "Di situlah titik ‎temunya dengan Soekarnois untuk membangun persahabatan dan gotong royong bagi bangsa dan negara. Maka ini tahun ketiga kami rayakan bersama-sama," kata Hasto.

Dilanjutkannya, ‎kekeluargaan terbangun dengan baik antara Soekarnois dan Nahdliyin. Hal itu tercermin dalam keterpaduan keduanya mengusung Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno di Pilgub Jawa Timur.

Bagi PDI Perjuangan, lanjutnya, bergotong royong dengan kaum Nahdliyin sudah ditanamkam sejak awal. Hal itu bahkan diajarkan dalam sekolah partai PDIP, dimana mereka selalu diingatkan kerja sama dengan Nahdliyin.

Keterpaduan ini, lanjut Hasto, juga akan berkorelasi positif dalam memenangkan Presiden Jokowi pada pilpres mendatang. Apalagi dari survei, dukungan kuat masyarakat di Jawa Timur untuk kepemimpinan Jokowi tak terbantahkan.

"Dan bagi kami, pasangan Saifulah Yusuf-Ibu Puti Guntur Soekarno ini adalah satu nafas untuk pilpres nanti. Kemenangan Gus Ipul dan Puti akan memperkuat pemenangan Pak Jokowi nanti," ujar Hasto.



Sumber: BeritaSatu.com